Pasuruan, (Antara Jatim) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengajak kepada seluruh santri untuk memperdalam ilmu aqidah dan akhlak dan juga memperdalam rasa cinta tanah air.
"Rasa cinta tanah air inilah yang menjadi landasan dalam meraih kesuksesan dan berprestasi," katanya saat menghadiri Apel Akbar Heroik Santri 2016 di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu.
Ia mengemukakan, seorang santri selain wajib memperkokoh aqidah dan menguatkan keyakinannya, juga harus memperjuangkan tegakknya dan terpeliharanya aqidah ahlus sunah wal jamaah.
"Disaat yang sama, santri juga harus menanamkan rasa cinta tanah air. Tak ada gunanya punya aqidah dan akhlak tapi tak punya rasa cinta tanah air," katanya.
Menurutnya, di tempat lain kaum muslimin diusir tapi disini hidup aman dan tenang. Kita harus bersyukur.
"Nahdlatul Ulama (NU) punya peran dalam menanamkan rasa cinta tanah air kepada para santri. Untuk itu saya minta adik-adik semua memperkuat rasa cinta tanah air demi terwujudnya persatuan dan kesatuan NKRI," katanya.
Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini menyatakan rasa bangganya pada Maarif dan NU Kabupaten Pasuruan, terutama adik-adik dan remaja yang hadir pada acara apel akabr ini.
Menurutnya, para santri yang hadir dalam acara ini merupakan bagian dari masa depan Indonesia dan masa depan NU.
"Mereka yang hadir disini adalah yang nantinya akan menjadi kyai, ulama, guru dan profesi lainnya, termasuk pejabat, dan mungkin juga ada yang jadi Presiden. Hari ini bersama kyai, para ulama, guru, sesepuh di lingkungan NU Kabuoaten Pasuruan, bersama-sama memegang komitmen untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
Ia juga berterimakasih pada Bupati Pasuruan yang memberikan perhatian dan atensi terhadap kegiatan seperti ini untuk kemajuan santri dan Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, kegiatan rutin ini sangat bagus karena disini diteguhkan komitmen bahwa pintar penting tapi berakhlak itu juga penting.
"Karena percuma pintar tak punya akhlak yang baik. Untuk itu santri dididik untuk punya akhlak dan moral,” katanya.
Dalam acara ini, para santri juga menandatangani Pernyataan Sikap Santri Kabupaten Pasuruan kepada Presiden RI yang berisi, pertama, tegakkan hukum seadil-adilnya dan NKRI harga mati, kedua, pendidikan nasional harus berlandaskan agama dan akhlak mulia, dan ketiga, fullday school harus berbasis kearifan lokal.
Acara ini dihadiri sebanyak 20.000 santri dari seluruh Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. Apel Akbar Heroik Santri ini sebagai bagian Peringatan Hari Santri Nasional, Hari Pahlawan serta Hari Jadi Kabupaten Pasuruan.
Selain Apel Akbar, acara ini dimeriahkan dengan Musabaqoh Santri Madin, Ma’arif NU Camp, Lomba Paduan Suara, Pameran TTG, serta Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan dan Aswaja. Acara ini dihadiri pula oleh Bupati Pasuruan, H. M. Irsyad Yusuf serta para kyai, ulama dan guru dari pondok pesantren dan sekolah NU yang ada di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya.(*)
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026