Magetan (Antara Jatim) - Banjir bandang menerjang lereng Gunung Lawu di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin, hingga merusak sejumlah rumah warga setempat.
"Banjir bandang itu menerjang setelah hujan deras mengguyur kawasan setempat selama lebih dari 10 jam," ujar anggota BPBD Magetan, Gatut, kepada wartawan.
Menurut dia, banjir tersebut terjadi setelah air sungai dari daerah perbukitan tiba-tiba menerjang dan langsung menghantam rumah-rumah penduduk di bawahnya.
"Rumah wargapun langsung kemasukan air bercampur lumpur. Tidak hanya lumpur namun juga kayu, batu, dan material lainnya," kata dia.
Kepala Desa Ngancar Sarni mengatakan hasil pendataan ada sembilan rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang tersebut. Kerusakan bervarasi, mulai dari rusak ringan dan sedang.
"Rusaknya karena diterjang material kayu gelondongan, batu, dan juga pipa-pipa paralon air dari perbukitan. Selain itu, banjir bandang juga merusak kandang dan ternak warga," ucap Sarni.
Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material akibat bencana alam tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Pihak desa terus melakukan koordinasii dengan BPBD untuk penanganan benca tersebut lebih lanjut.
Hingga Senin siang warga dibantu dengan anggota BPBD, Kodim Magetan, dan polsek setempat bergotong-royong membersihkan material banjir bandang yang memenuhi lingkungan warga. Baik material yang menutupi akses jalan desa, rumah warga, ataupun yang menyumbat di aliran sungai.
BPBD memetakan, daerah Magetan yang berada di lereng Gunung Lawu sangat rawan terjadi bencana alam. Baik bencana tanah longsor, angin puting beliung, dan banjir bandang.
Pihak BPBD Magetan mengimbau warga yang tinggal di lereng Gunung Lawu untuk mewaspadai curah hujan yang masih cukup tinggi selama beberapa hari ke depan. (*)
