Kediri, (Antara Jatim) - Bupati Kediri Haryanti Sutrisno meresmikan operasional jembatan yang menghubungkan Desa Siman, Kabupaten Kediri, dengan Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dibangun sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengemukakan jembatan ini merupakan bantuan dari pabrik rokok PT. Gudang Garam, Tbk. Jembatan ini menghubungkan dua daerah di wilayah Kabupaten Kediri dengan Malang.
"Jembatan ini diperlukan, dan dengan jembatan ini roda bergerak, baik perekonomian, pendidikan, pertanian," kata Bupati ditemui dalam peresmian operasional jembatan itu, di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kamis.
Bupati juga mengatakan, jalur ke jembatan ini sudah cukup bagus, namun sulit jika harus diperlebar lagi, mengingat jalur juga sudah sempit. Namun, untuk menjaga agar jembatan bisa lebih bermanfaat lama, ia juga sudah meminta agar ada batas maksimal tonase yang diperbolehkan untuk lewat di jembatan.
"Pelarangan tonase harusnya begitu, jika jembatan retak siapa yang rugi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas PT. Gudang Garam, Tbk Iwhan Tricahyono mengatakan perusahaan sengaja membuat jalur tersebut, sebab mempunyai nilai manfaat yang sangat besar bagi masyarakat sekitarnya.
"Kami senantiasa meningkatkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sekitar, dan kami melihat perkembangan situasi yang ada, jembatan ini jelas bermanfaat bagi perekonomian di dua kabupaten," ucapnya.
Iwhan juga mengatakan, dengan dibangunnya jembatan tersebut, jalur transportasi di dua daerah ini juga akan semakin lancar dan menguntungkan.
Ia berharap, masyarakat bisa lebih mudah dan tidak terlalu jauh jika ingin ke Kabupaten Kediri dan sebaliknya tidak terlalu jauh jika ingin ke Kabupaten Malang.
Pembangunan jembatan itu berlangsung sekitar lima bulan dengan panjang sekitar 48 meter dan lebar sekitar 3 meter. Jembatan itu dibangun di atas Sungai Konto yang merupakan jalur lahar Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut).
Rangka jembatan terbuat dari besi, sehingga cukup kuat. Sebelumnya, jembatan tersebut hanya berupa darurat terbuat dari kayu dan bambu.
Namun, saat disinggung biaya yang dihabiskan untuk membangun jembatan, Iwhan menolak menjawab secara nominal dan hanya menegaskan jika biaya yang dikeluarkan cukup besar.(*)
