Sidoarjo, (Antara Jatim) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pengoperasian jalur kereta api Sidoarjo-Gunung Gangsir, Pasuruan, Jawa Timur maksimal pada tahun 2019 menyusul telah dilakukannya proses pembebasan lahan.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Widodo di Sidoarjo, Kamis, mengatakan, saat ini pengerjaan jalur tersebut masih dalam tahap pembebasan lahan.
"Pembangunan jalur kereta api tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan rel kereta api di sisi Jalan Raya Porong yang kerap terendam banjir saat musim hujan," katanya.
Ia mengemukakan, saat ini proses pembangunannya masih dalam tahap pembebasan lahan sekitar 10 persen dari total kebutuhan lahan sekitar 18 kilometer.
"Di jalur itu nantinya akan dibuat satu jalur terlebih dahulu. Namun di gambar desainya akan dibuat jalur 'double track' demi memenuhi kebutuhan pereketaapian di masa yang datang," katanya.
Ia mengemukakan, nantinya jalur tersebut akan dialihkan mulai ke Sidoarjo-Tulangan-Jalur baru menuju ke Gunung Gangsir, Pasuruan, Jawa Timur.
"Karena posisinya dekat dengan Kali Porong, maka akan dibuat jembatan baru yang ada di sekitar Jalan Arteri Porong untuk pembangunan jalan kereta api ini," katanya.
Sementara itu, di Gunung Gangsir sendiri sudah ada stasiun lama yang nantinya akan diaktifkan lagi. Kondisi ini sama dengan Stasiun Tulangan, yang saat ini sudah mulai dioperasikan lagi.
"Pembangunan jalur baru tersebut dilakukan mengingat selama ini jalur kereta api yang ada di sisi timur Jalan Raya Porong kerap kali terputus akibat terendam air terutama saat musim hujan," katanya.
Sementara itu, Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, mengatakan, selama musim hujan tahun ini, PT KAI telah meninggikan jalur di Porong setinggi 60 centimeter.
"Saat ini jalur di sisi Jalan Raya Porong ini sudah beroperasi kembali dan akan terus dilakukan pemantauan terutama saat musim hujan seperti sekarang ini," katanya.
Dirinya mengaku, akibat terputusnya jalur karena terendam banjir tersebut, PT KAI mengalami kerugian sampai dengan ratusan juta rupiah setiap harinya.
"Sedikitnya ada 30 perjalanan kereta api yang melewati jalur tersebut setiap harinya harus tertunda akibat rel kereta api yang terendam banjir," katanya.(*)
