Tuban (Antara Jatim) - Jalur Pantura Tuban, Jawa Timur, terganggu di jembatan Boncong, Desa Boncong, Kecamatan Bancar, disebabkan salah satu balok besi melintang jembatan (cross grider) robek sekitar 15 centimeter, Kamis.
Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Departemen PU Bina Marga Syamsul Hadi Wibowo, di lokasi jembatan, mengatakan, robeknya salah satu balok besi melintang jembatan yang lokasinya di bagian timur, pada Kamis sekitar pukul 02.30 WIB.
Kejadiannya, menurut dia, ketika itu terjadi kemacetan di jalur pantura, sehingga terjadi penumpukkan kendaraan berat di atas jembatan dengan panjang bentang 38 meter, selebar tujuh meter.
"Karena tidak kuat menahan beban, maka balok besi melintang jembatan robek," jelas dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan perbaikan balok besi melintang jembatan yang robek akan dilakukan dengan menutup jalur pantura dari kedua arah sekitar satu jam. Dalam kurun waktu satu jam itu akan dimanfaatkan untuk meluruskan balok besi melintang jembatan robek, yang sekarang melengkung.
"Perbaikan lainnya untuk memperkuat besi melintang yang robek membutuhkan waktu sekitar empat jam," jelas dia.
Sejak diketahui besi melintang balok jembatan robek, katanya, kendaraan di jalur pantura dari arah Jakarta dan Surabaya yang melewati jembatan Boncong harus bergantian.
Hingga pukul 15.00 WIB, lanjut dia, penutupan jalur Pantura Tuban dari kedua arah belum dilakukan, karena persiapan perbaikan masih dilakukan.
"Kami mendatangkan alat berat untuk memperbaiki kerusakan jembatan," katanya, menegaskan.
Menurut Kasat Lantas Kepolisian Resor (Polres) Tuban Ipda Pol Asik, tidak ada jalur alternatif lain untuk kendaraan berat yang melewati jalur pantura, baik dari arah Jakarta maupun arah Surabaya.
Namun, lanjut dia, kendaraan pribadi dari arah Jakarta maupun Surabaya, bisa melalui jalur Bojonegoro, dibandingkan harus antre melalui jembatan Boncong.
"Kalau kendaraan berat tidak mungkin kita alihtkan lewat jalan Kecamatan Jatirogo, ke arah Bojonegoro, sebab jalannya sempit," jelas dia.
Pantuan Antara, di bawah jembatan yang balok besinya robek terpasang sebuah "dongkrak".
"Antrean kendaraan dari arah Jakarta dan Surabaya sepanjang belasan kilometer karena harus lewat satu persatu sudah terjadi sejak pagi tadi," ucap Ipda Pol Asik, menambahkan.(*)
