Bukan curi start, tapi saya kebetulan diundang untuk melihat langsung proses demokrasi para pengemudi angkutan di terminal Bratang ini.
Surabaya (Antara Jatim) - Calon Wali Kota Surabaya Rasiyo menghadiri pertemuan para sopir dan penumpang angkot serta tukang becak di Terminal Bratang Kota Surabaya, Senin, yang kemudian dimanfaatkan untuk menjaring aspirasi masyarakat.

Rasiyo mengatakan bahwa kedatangannya ke Terminal Bratang tidak lain karena adanya undangan untuk hadir dalam proses pemilihan Ketua Kelompok Kerja Unit Kerja Organda Lyn S di Terminal Bratang.

"Bukan curi start, tapi saya kebetulan diundang untuk melihat langsung proses demokrasi para pengemudi angkutan di terminal Bratang ini. Jadi ya sekalian menyerap aspirasi dari mereka," tutur Rasiyo.

Ia mengatakan memang sudah selayaknya jika dalam memilih pemimpin harus dilakukan secara demokratis. Begitu juga dengan Kota Surabaya, menurutnya tetap harus dilakukan pemilihan secara langsung.

Dalam kesempatan itu pula, selain menjaring aspirasi, ia juga menyebarkan stiker dan juga banner pasangan calon Rasiyo-Lucy yang disingkat Serasi.

"Saya ingin melakukan penataan terminal dan angkutan di Surabaya. Mulai dari sopir, becak dan juga bus kota karena semua ini terintegrasi. Saya akan penuhi hak-hak pengemudi dan mengupayakan kesejahteraan mereka," kata Rasiyo.

Di sisi lain terkait perkembangan penelitian berkas pencalonan,  ia mengaku timnya kini sedang membereskan berkas pencalonan yang kurang yaitu surat penyataan tidak sedang pailit dari pengadilan tata niaga untuk pasangannya bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya Lucy Kurniasari.

Menurutnya, penerbitan surat itu memang membutuhkan waktu yang lama. Tidak bisa satu dua hari. Namun ia memastikan bahwa surat itu sudah jadi Senin siang ini.

"Kabarnya hari ini suratnya jadi. Begitu jadi hari ini tim akan langsung mengirimkannya ke KPU," kata Rasiyo. 

Selain itu, ia juga berkomentar soal hal-hal yang dipersoalkan oleh KPU dalam pelengkapan berkas. Seperti ejaan namanya yang berbeda, bukan Rasiyo, melainkan Rasijo, selain itu juga Lucy atau Lucie.

Menurutnya hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Itu hanya persoalaan ejaan. Begitu juga soal ijazah pasangannya yang hilang. 

"Saya sangat optimistis kami akan memenuhi syarat. Soal berkas yang dianggap meragukan ya silahkan KPU mengecek faktual ke sekolahnya. Kan pasti ada buku induk," kata Rasiyo.

Menurutnya, yang kini dipersiapkan adalah menyolidkan tim dan mulai menyusun strategi untuk pemenangan.

Koordinator sopir lyn dan becak Terminal Bratang Hari Sumaryono menyatakan pihaknya menyambut positif ada bakal pasangan calon yang turun langsung ke lapangan. 

Sebab dengan begitu apa yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat bisa terakomodir. "Kami inginnya pemkot nanti bukan hanya membuat kebijakan, seperti menggusur pangkalan angkot atau terminal.  Tapi harus disediakan tempat alternatif. Jadi kebijakan itu harus ada solusi, tidak main gusur tidak tidak main usir," kata Hari. (*)


Pewarta: Abdul Hakim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026