Saya menikmati bekerja sebagai wakil rakyat di DPR RI sebagai anggota Komisi III dan anggota Baleg. Jadi kalau ada yang mengatakan saya mau maju dan berpasangan dengan si A atau si B, itu tidak benar
Surabaya (Antara Jatim) - Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir menegaskan tidak akan maju sebagai Calon Wali Kota (Cawali) maupun Wakil Wali Kota (Cawawali) Surabaya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya yang digelar Desember 2015.

"Saya menikmati bekerja sebagai wakil rakyat di DPR RI sebagai anggota Komisi III dan anggota Baleg. Jadi kalau ada yang mengatakan saya mau maju dan berpasangan dengan si A atau si B, itu tidak benar," kata Adies kepada Antara di Surabaya, Rabu.

Hal ini disampaikan Adies terkait dengan rencana Wakil DPD II Golkar Surabaya R.M. Gunawan yang akan memanggil Ketua DPC Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong (MKGR) Kota Surabaya Arif Fathoni untuk dimintai keterangannya terkait dengan statemennya yang menggulirkan wacana pasangan Cawali-Cawawali ideal yakni Whisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya dan Ketua DPC PDIP Surabaya) dan Adies Kadir pada acara seminar Kebangsaan yang digelar MKGR Surabaya pada Minggu (7/6).

"Saya pikir terlalu sensitif kalau cuma karena ada wacana yang berkembang di dalam seminar kemudian memanggil untuk diklarifikasi. Saya yang diwacanakan saja tidak mau maju Pilkada kok, kenapa harus pakai panggil ketua MKGR. Seperti ada kesalahan besar saja yang dibuat," kata Adies yang juga mantan Ketua DPD II Partai Golkar Surabaya.

Menurut dia, dalam situasi partai seperti sekarang tentunya harus mengutamakan keutuhan partai, bukan malah sebentar-sebentar panggil dan klarifikasi.

"Cukup ditelepon saja, ditanyain baik-baik kan selesai, gitu saja kok repot. Saya yakin pak Alyas (Plt Ketua DPD II Partai Golkar Surabaya) juga tidak seperti itu. Pak Alyas sama seperti saya, ingin Golkar Surabaya besar, bukan terpecah belah," katanya.

Untuk itu, sebagai Wakil Sekjen DPP versi Munas Bali, Adies mengimbau agar semuanya saling menjaga keutuhan partai. "Jangan sensitif, sehingga tidak mudah dipecah belah oleh pihak lain yang ingin mengambil keuntungan," katanya.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Surabaya R.M. Gunawan sebelumnya mengatakan sebelumnya mengatakan pihaknya akan memanggi Ketua MKGR Surabaya Arif Fathoni terkait pernyataannya yang dinilai menyalahi etika dengan menggulirkan wacana pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Adies Kadir.

"Kami akan undang atas statemen itu. Rencana kita panggil pada 12 Juni," katanya.

Saat ditanya apakah ada sanksi bagi Ketua MKGR Surabaya terkait statemennya, Gunawan mengatakan tidak ada aturan soal itu. Ia mengatakan MKGR punya warna sendiri, tapi tetap harus melalui partai.

"Mereka boleh membuat statemen, tapi partai yang akan mengeluarkan statemen," katanya.(*)



Pewarta: Abdul Hakim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026