Pasuruan (Antara Jatim) - Pemkab Pasuruan berencana akan mengembangkan Kecamatan Prigen untuk destinasi (tujuan wisata) unggulan karena memiliki kondisi geografis yang indah dan memiliki iklim sejuk.
"Keindahan Prigen yang terletak di kaki Gunung Welirang dengan ketinggian antara 300 hingga 800 mdpl memiliki iklim sejuk dengan suhu 18 hingga 25 derajat Celcius. Selain itu juga memiliki tempat wisata dan akomodasi yang lengkap," kata Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Kamis.
Ia mengatakan wisata di Prigen mulai dari Air Terjun Kakek Bodo dan Puthuk Truno, Taman Safari Indonesia (TSI) II, Finna Golf, Taman Dayu & Ciputra Resort. Lalu, Tretes Treetop Adventure, Kaliandra Sejati Eko wisata dan Konservasi, pendakian Arjuno-Welirang, serta Candi Jawi.
"Prigen juga memiliki hotel yang jumlahnya tak kalah banyak, mulai kelas melati sampai berbintang, sehingga dengan potensi itu Prigen menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Kabupaten Pasuruan," ujarnya.
Menurutnya, Prigen bisa dijadikan alternatif tempat wisata dari Kota Batu dan Malang yang ditargetkan pada tahun ini bisa menambah sarana dan prasarana untuk menunjang kunjungan wisatawan.
"Saat ini Pemkab Pasuruan bekerja sama dengan Perhutani tengah mengembangkan wisata keluarga di Prigen yang mencakup wisata pendidikan, alam, outbond, kuliner, serta waterpark yang ditargetkan tahun 2018 rencana itu akan terwujud semuanya," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan, Tridjono Isdianto mengatakan, saat ini pengembangan wisata keluarga di Prigen masih dalam proses awal, sehingga pemkab berkomitmen mempertahankan Prigen sebagai daerah wisata keluarga.
"Prigen yang sudah memiliki tempat wisata yang beragam itu memang layak untuk menjadi wisata keluarga, apalagi persepsi masyarakat tentang Prigen yang menjadi tempat prostitusi akan terhapus dengan sendirinya karena adanya sarana dan prasarana yang menunjang untuk dijadikan wisata keluarga," jelasnya.
Pihaknya akan melakukan kajian dengan Bappeda Kabupaten Pasuruan untuk desain dan pola pembangunan kawasan wisata keluarga dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat terkait, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) maupun paguyuban PKL.
"Kebanyakan wisatawan berasal dari luar daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Gresik, sedangkan wisatawan mancanegera yang datang kebanyakan dari Jepang, Korsel, China, dan Australia yang selalu meningkat tiap tahunnya," tuturnya. (*)
