Malang (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, pada tahun 2015 mengusulkan untuk merekrut tenaga calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 1.300 orang dan 80 persen diantaranya adalah tenaga pendidik atau guru. Wali Kota Malang, Moch Anton, Selasa mengaku dirinya sudah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk membuka lowongan sekitar 1.300 CPNS pada tahun ini. "Mudah-mudahan diizinkan dan setujui karena kebutuhan akan CPNS di lingkungan Pemkot Malang cukup mendesak," katanya disela-sela penyerahan SK pengangkatan 79 CPNS di Balai Kota Malang. Hanya saja, lanjutnya, dari usulan sebanyak 1.300 CPNS itu, berapa kuota yang disetujui masih belum tahu karena itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. Harapannya, usulan itu disetujui seluruhnya atau paling tidak 50 persennya, sehingga bisa mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan PNS karena pensiun. PNS Kota Malang yang pensiun rata-rata mencapai 200 orang, namun kuota yang diberikan pemerintah pusat tidak sebanding dengan PNS yang pensiun, bahkan tahun lalu kuota yang diberikan hanya 79 kursi dan sebagian besar untuk tenaga kesehatan karena untuk mengisi sumber daya manusia (SDM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang yang rencananya diresmikan pada awal bulan depan. Sementara itu ke-79 CPNS yang menerima SK pengangkatan tersebut mulai bekerja besok (Rabu, 22/4) dan langsung menerima gaji pada awal Mei nanti. Ke-79 CPNS tersebut lolos dari jalur umum dan sebagian besar adalah CPNS tenaga kesehatan, disusul tenaga pendidik, akuntan dan tenaga teknis. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang, Subkhan, mengatakan setelah menerima SK pengangkatan, ke-79 CPNS tersebut langsung masuk kerja dan gaji yang bakal diterima selama berstatus CPNS sebesar 80 persen dan diberikan mulai Mei 2015. "Mereka juga wajib mengikuti masa prajabatan selama dua tahun. Selama masa prajabatan itu, para CPNS diupayakan bisa melaksanakan tugas-tugasnya, bahkan mampu menyesuaikan diri, termasuk dengan para pejabat di lingkungan Pemkot Malang," ucapnya. Puluhan CPNS itu secara rinci adalah guru kelas pertama 7 orang, dokter umum 15 orang, apoteker 2 orang, bidan pelaksana 15 orang, bidan pertama 1 orang, perawat pelaksana 24 orang, perawat pertama 1 orang, nutrisionis pelaksana 2 orang, pranata laboratorium kesehatan pelaksana 2 orang. Selain itu juga ada penyuluh kesehatan masyarakat pertama sebanyak 1 orang, radiografer pelaksana 1 orang, teknik elektromedis pelaksana 1 orang, analis diklat 1 orang, analis keuangan 1 orang, analis perencanaan SDM 1 orang, dan auditor pertama 2 orang.(*)
Berita Terkait
Pemkot Kediri rekrut 312 PPPK di 2023
27 September 2023 12:33
Pemkab Situbondo tak rekrut ASN karena belanja pegawai bertambah
23 September 2023 09:38
Menteri Anas minta pemda tak lagi rekrut tenaga honorer
21 Juni 2023 13:37
Pemkot Kediri usulkan rekrut 532 CPNS dan PPPK
11 Oktober 2019 22:22
Pemerintah rencana rekrut 100.000 CPNS
30 Juli 2019 14:52
BPOM Rekrut SDM Berkualitas Lewat "Job Fair" di Unair
2 Oktober 2018 16:57
Trenggalek Mendapat "Lampu Hijau" Rekrut 48 CPNS
21 Juli 2014 17:47
Kemenkeu Rekrut 700 CPNS Baru
11 September 2012 05:45
