Malang (Antara Jatim) - Salah seorang staf Humas Pemkot Malang, Jawa Timur, Tia Arie, menjadi korban penjambretan dan mengalami luka-luka ketika dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara "safety riding" di halaman Balai Kota Malang, Rabu (18/3) malam.
"Setelah menjalankan tugas, saya langsung pulang sekitar pukul 20.00 WIB, namun ketika sampai di kawasan SPBU Jalan Panglima Sudirman (kawasan Lapangan Rampal), saya dikagetkan dengan aksi penjambretan yang dilakukan orang tak dikenal. Padahal kan belum terlalu malam," kata Tia ketika ditemui di Malang, Kamis.
Akibat aksi penjambretan itu, Tia mengalami luka lebam di bagian mata kiri dan luka-luka di bagian pelipis mata. Sebelumnya, Tia yang mengendarai sepeda motor itu dipepet pengendara sepeda motor lainnya dan tiba-tiba mereka menarik tas yang melingkar di tubuh Tia.
Tia menjelaskan tas yang melingkar ditubuhnya itu langsung ditarik pelaku, namun dirinya terus berusaha mempertahankan tas miliknya, sehingga terjadi aksi tarik-menarik. Pelaku yang mengetahui tidak mungkin mendapatkan tas Tia langsung melarikan diri.
"Saya jatuh dari sepeda motor dan sempat ditolong orang, setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi. Dan, barang-barang yang ada di dalam tas saya masih utuh, seperti dompet dan hardisk, hanya handphone saja yang hilang dan saya juga tidak tahu siapa yang mengambil handphone itu," ujarnya.
Selain marak aksi penjambretan di tengah jalan raya, baik dilakukan pada siang maupun malam hari, wilayah Kota Malang, akhir-akhir ini juga marak kasus pencurian kendaraan bermotor. Namun, dari lima kecamatan yang ada di wilayah Kota Malang, Kecamatan Lowokwaru yang paling rawan dan intensitas pencurian kendaraan bermotornya cukup tinggi.
Data yang ada Polres Kota Malang, selama tahun 2014, hampir 800 kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi di Kecamatan Lowokwaru. Jumlah itu mencapai hampir 50 persen dari total kejadian curanmor di seluruh wilayah Kota Malang.
Kapolresta Malang, AKBP Singgamata, ada sekitar 1.600 kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi di Kota Malang sepanjang 2014 dan jumlah itu belum termasuk kasus yang terjadi pada tahun 2015. "Pada tahun 2015, mulai Januari- Maret ada 152 kejadian pencurian kendaraan bermotor," belum lama ini.
Tingginya angka pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Lowokwaru, salah satunya disebabkan jumlah penduduknya cukup padat dan banyak dihuni mahasiswa, bahkan jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di wilayah itu mencapai ratusan ribu karena dikelilingi kampus besar dan kecil, baik negeri maupun swasta.
Sejumlah kampus yang berada di wilayah Kecamatan Lowokwaru di antaranya adalah Universitas Brawijaya (UB), Politeknik Negeri Malang (Polinema), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Tribuana Tungga Dewi (Unitri), Stikes Maharani, Universitas Gajayana (Uniga), dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA).(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026