Surabaya (Antara Jatim) - Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Prof Akh Muzakki MAg Grand.Dipl.SEA MPhil PhD akan dikukuhkan menjadi guru besar bidang sosiologi pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. "Tidak mudah menjadi guru besar itu, karena saya butuh tiga tahun untuk bisa menjadi guru besar ke-49 di UINSA. Sebenarnya, surat keputusannya sudah keluar pada Oktober 2014 saat usia saya 40 tahun, tapi pengukuhan menunggu waktu rektor," katanya di Surabaya, Selasa. Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar termuda di UINSA (11/3), Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UINSA itu mengaku pidato pengukuhan dirinya cukup panjang, karena itu ia membagikan dalam bentuk buku yang berjudul "Instumentasi Nilai dalam Pembelajaran (Perspektif Sosiologi Pendidikan Karakter)". "Intinya, saya menyodorkan cara mengembangkan karakter individu anak melalui pendidikan, tapi saya mengkritisi kelemahan pendidikan karakter di Indonesia yang tidak efektif, karena nilai (value) yang sangat abstrak tidak diturunkan pada indikator manual yang praktis," katanya. Oleh karena itu, kata alumnus Australian National University (ANU) itu, nilai (value) itu perlu diberi instrumen yang sederhana agar praktis, ringkas, dan mudah dipraktikkan. "Misalnya, jujur. Anak diminta untuk jujur tapi tidak ada instrumen yang membuat anak itu bisa jujur. Jujur ini bisa dirinci sebagai tidak menipu, ucapan dan perbuatan harus sama," kata pria kelahiran Sidoarjo pada 19 Februari 1974 itu. Selain instrumen itu, bapak dari dua anak bernama Karina Sabrina dan Haikal Haidari itu menyebutkan nilai (value) itu juga harus menggunakan media populer yang dalam literatur sering disebut "kode keluhuran". "Bentuknya bisa berupa kata-kata hikmah atau kata-kata mutiara. Atau, bisa juga kita merujuk pada kearifan lokal, seperti Ajining Rogo soko Busono, Ajining Ati soko Lati," kata suami dari Ny Erna M itu. Namun, media populer itu juga bisa diturunkan melalui lagu-lagu. "Misalnya, anak diajari nilai-nilai Aswaja melalui nyanyian, seperti selawatan ala Habib Syech yang menyebut Aswaja iku qunut subuh, Aswaja iku adzan loro, Aswaja itu tahlilan saban Jumat," katanya. (*)
Berita Terkait
Sekretaris PWNU Jatim Luncurkan Buku Kisah Hidup
18 Mei 2017 17:47
Guru Besar UINSA: Resolusi jihad momentum bangkitnya umat Islam
27 Oktober 2024 23:00
Guru Besar UINSA: Pembangunan bangsa meneladani langkah Nabi Ibrahim
10 April 2024 09:59
Jokowi dorong pengembangan pendidikan modern cegah radikalisme
29 Februari 2020 13:54
Pengukuhan guru besar Kiai Asep di UINSA dihadiri Jokowi
29 Februari 2020 13:24
Pengukuhan guru besar ilmu sosiologi UINSA
29 Februari 2020 13:14
Unair-UINSA Kehilangan Guru Besar Hukum
12 Mei 2016 08:38
Guru Besar UIN Surabaya: Patenkan Halalbihalal
27 Juli 2015 13:37
