Blitar (Antara Jatim) - Kantor Pos Blitar, Jawa Timur, menyatakan banyak menerima aduan kartu untuk penerima bantuan warga miskin banyak yang rusak, yang membuat mereka terkendala dalam mencairkan bantuan program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) yang dibagikan sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Kami sudah prediksi sebelumnya, banyak kartu rusak, hilang ataupun penerima sudah meninggal dunia. Besarnya, sekitar 10 persen dari jumlah penerima," kata Bagian Hubungan Masyarakat Kantor Pos Blitar Wahyu R Wibowo saat dikonfirmasi, Rabu. Ia mengatakan, setiap warga penerima dana bantuan PSKS harus menunjukkan kartu tersebut saat akan mengambil dana. Namun, beberapa di antara mereka ternyata tidak dapat menunjukkan, sehingga dari kantor pos tidak bisa langsung memberikan dana kompensasi tersebut. Namun, ia mengatakan warga yang terdata akan tetap menerima dana kompensasi. Mereka bisa mendapatkan setelah sebelumnya mengurus surat keterangan dari kantor desa tempat tinggal yang bersangkutan. Untuk penerima yang sudah meninggal, dana tetap bisa diambil, dengan catatan ahli waris terdata di kartu tersebut. Pihaknya juga membuka layanan untuk pencairan bantuan tersebut. Mereka bisa mengambil dana itu di kantor pos terdekat, dengan waktu mulai pukul 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Penerima harus melengkapi berkas, sehingga petugas bisa melayani pemberian uang tersebut. "Sampai saat ini sudah banyak yang mengambil di kantor pos. Kami buka layanan, dengan jadwal mulai pukul 14.00 WIB," katanya. Wahyu mengatakan, Kantor Pos Blitar masih dalam proses pencairan anggaran tersebut. Petugas dari kantor juga dibagi, dengan pembagian di wilayah kota serta kabupaten. Untuk penerima di Kota Blitar, terdapat 4.544 penerima, dengan besaran dana sebesar Rp1,8 miliar, sementara di Kabupaten Blitar, ada 71.064 penerima, dengan dana sekitar Rp28 miliar. Pihaknya juga mengungkapkan, untuk pembayaran memang dilakukan di kantor desa. Hal itu dilakukan, demi memudahkan pemberian dana bantuan tersebut, dan masyarakat pun juga tidak terlalu jauh mengambil. Untuk pembayaran, diperkirakan 2 Desember 2014 sudah selesai. Untuk wilayah kota, lebih dulu selesai pembayarannya, pada akhir pekan lalu, sementara di kabupaten masih dalam proses. Pemerintah telah menetapkan kenaikan harga BBM bersubsidi, dengan kenaikan Rp2.000 per liter. Harga BBM jenis premium naik dari semula Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter, dan solar dari semula Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter. (*)
Berita Terkait
Imigrasi Blitar Berikan Penyuluhan Keimigrasian Hingga Pedesaan
28 November 2018 20:18
Kantor Pos Blitar Sebar 5.000 Kartu Lebaran
5 Agustus 2011 21:04
Jumlah penerima bantuan Kartu Sahabat di Kota Kediri bertambah
17 Oktober 2020 12:15
Pemerintah Tingkatkan Bansos Nontunai 10 Juta Keluarga
17 April 2017 20:18
Mensos Salurkan Bantuan Sosial Nontunai PKH di Madiun (Video)
17 April 2017 18:03
Warga Blitar Tanam Pisang Kesal Banyak Jalan Rusak
5 Juni 2012 10:34
