Donetsk (Antara/AFP) - Bentrokan antara pasukan pemerintah dan gerilyawan pro-Rusia di kubu utama yang dikuasai pemberontak Donetsk, Ukraina timur, telah menewaskan enam warga sipil selama 24 jam terakhir, kata wakil wali kota itu Minggu. Penembakan menewaskan enam warga dan meninggalkan 13 orang terluka di pinggiran kota Petrivskiy barat yang terkepung benteng separatis dengan kekuatan jutaan, kata Kostyantyn Savinov kepada AFP. Donetsk terjebak dalam pengetatan blokade pemerintah saat tentara Ukraina bertempur untuk mengalahkan pasukan pemberontak di pusat pertambangan. Lebih dari tiga bulan pertempuran sengit merobek wilayah timur negara bekas-Soviet itu telah meninggalkan sekitar 1.150 orang tewas, mayoritas mereka adalah warga sipil. Pasukan pemerintah telah membuat kemajuan besar selama bulan lalu dan mengatakan mereka semakin dekat dengan memotong Donetsk dari perbatasan Rusia, serta pangkalan terbesar kedua pemberontak di Lugansk. Pemerintah setempat di Lugansk mengatakan bahwa penembakan menewaskan tiga warga sipil dan melukai delapan lainnya dalam 24 jam terakhir. Wali kota telah memperingatkan meningkatnya "bencana kemanusiaan" saat listrik padam dan air serta persediaan bahan bakar telah habis. PBB mengatakan bahwa lebih dari 100.000 orang telah melarikan diri dari pertempuran ke daerah lain dari Ukraina, sementara Rusia mengklaim bahwa sekitar 500.000 telah menyeberangi perbatasan untuk mencari perlindungan. (*)
Berita Terkait
Ukraina dituding serang kafe dan hotel di Kherson, 24 orang tewas
1 Januari 2026 22:30
Pemimpin Eropa tak percayai Trump, minta Zelenskyy waspada saat dialog
31 Desember 2025 15:45
Prancis: Tak ada "bukti kuat" kediaman Putin diserang drone
31 Desember 2025 13:15
Para pemimpin Eropa khawatirkan rencana perdamaian Ukraina
30 Desember 2025 22:30
Trump berang kediaman Putin diserang
30 Desember 2025 11:32
Kediamannya diserang Ukraina, Putin: Takkan dibiarkan tanpa balasan
30 Desember 2025 10:49
Rusia sepakat dengan Trump, perdamaian Ukraina semakin dekat
29 Desember 2025 22:30
Trump klaim banyak kemajuan akhiri perang Rusia-Ukraina
29 Desember 2025 17:36
