Oleh Sigit Pinardi Jakarta (Antara) - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf membantah dirinya bergabung dalam tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. "Saya bukan tim kampanye capres manapun. Saya juga tidak pernah diminta sebagai tim kampanye capres-cawapres," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu. Slamet mengemukakan hal itu menanggapi pencantuman namanya sebagai salah seorang anggota dewan penasihat tim kampanye nasional Prabowo-Hatta. "Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Pak Mahfud MD (ketua tim kampaye nasional Prabowo-Hatta)," katanya. Slamet mengatakan sebagai salah seorang Ketua PBNU, dia akan fokus di NU. Sebagai salah seorang penggagas kembalinya NU ke Khittah 1926, Slamet berharap semua unsur PBNU tidak terlibat dalam aktivitas dukung-mendukung capres-cawapres, apalagi sampai membawa bendera NU atau memakai kantor NU untuk kepentingan kampanye. "Kita harus berpegang teguh pada khittah. Pengurus NU jangan berpihak. PBNU harus menjadi pelopor dalam hal ini. Jangan malah membuat rancu," katanya. (*)
Berita Terkait
MUI Minta Pemerintah Tegas Tuntaskan Insiden Talikora
18 Juli 2015 19:15
Tim Hukum Prabowo-Hatta Kecewa
22 Agustus 2014 00:42
Tim Prabowo Tuntut Penyegelan Kantor KPU Jember
6 Agustus 2014 21:11
KPU Sampang Siap Hadapi Gugatan Tim Prabowo-Hatta
6 Agustus 2014 00:31
Tim Prabowo-Hatta Laporkan Ketua KPU ke Polri
4 Agustus 2014 14:52
Tim Prabowo-Hatta Sebut Indikasi Politik Uang di Probolinggo
27 Juli 2014 03:14
Tim Prabowo-Hatta Rinci Pelanggaran Tiap Provinsi
27 Juli 2014 03:09
Tim Prabowo-Hatta Tolak Apapun Putusan KPU
22 Juli 2014 15:22
