Malang (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, gencar mengembangkan sejumlah desa menjadi desa tujuan wisata atau desa wisata yang mengandalkan berbagai keunggulan masing-masing desa dengan melibatkan masyarakat setempat. "Pengembangan desa wisata ini mulai digencarkan tahun 2008 dan ada sebelas desa yang ditetapkan menjadi desa wisata. Dan tahun ini ada tambahan dua desa wisata lagi, yakni Desa Purwodadi di Kecamatan Tirtoyudo dan Desa Pujon Kidul di Kecamatan Pujon," kata Bupati Malang Rendra Kresna, Rabu. Ia menegaskan tahun ini desa wisata di kabupaten itu berkembang menjadi 13 desa. Setiap desa wisata memiliki keunggulan masing-masing, seperti Desa Selorejo di Kecamatan Dau dan di Kecamatan Karangploso mengandalkan wisata petik buah jeruk serta petik buah apel di Kecamatan Poncokusumo. Sedangkan di Kabupaten Malang bagian timur, seperti Poncokusumo dan Tumpang juga dikembangkan wisata petik buah, namun jenisnya berbeda dengan yang di wilayah barat, yakni buah Belimbing, Apel, dan Kelengkeng. Selain itu juga pengembangan kebun bunga krisan di Poncokusumo. Untuk tahun itu, lanjutnya, desa yang dibidik menjadi desa wisata adalah Desa Purwodadi di Kecamatan Tirtoyudo yang mengandalkan wisata pantai, yakni Pantai Lenggoksono, terumbu karang, air terjun, Goa Wedi Awu serta Pantai Bolubolu. Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan Pantai Lenggoksono nantinya juga akan dimanfaatkan untuk mengembangkan wisata olahraga selancar air. Pengembangan dan promosi Pantai Lenggoksono tersebut terus digencarkan oleh warga yang tergabung dalam komunitas Bolubolu, Wedi Awu, dan Lenggoksono (B owele), bahkan warga yang menjadi pemandu wisata. Sementara pengembangan wisata di Desa Pujon Kidul difokuskan pada kegiatan petualangan di alam terbuka dengan mengandalkan obyek wisata Coban Pitu, wisata pertanian dan peternakan karena Pujon merupakan salah satu sentra penghasil sayuran, buah-buahan, serta susu segar. Kegiatan wisata di Desa Pujon Kidul melibatkan komunitas Capung Alas, yang beranggotakan para remaja dan pemuda desa setempat. Sejumlah desa yang saat ini sudah berstatus desa wisata di antaranya adalah Desa Bayem di Kecamatan Kasembon, Desa Mulyorejo di Kecamatan Ngantang, Desa Sumberngepoh Kecamatan Lawang, Desa Jeru di Kecamatan Tumpang, Desa Mentaraman di Kecamatan Donomulyo, Desa Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Wonosari di Kecamatan Wonosari, Desa Bendosari di Kecamatan Pujon, Desa Ngadas dan Gubugklakah di Kecamatan Poncokusumo. Untuk menunjang keberadaan desa wisata tersebut, rumah tinggal untuk wisatawan di setiap desa juga diperbanyak dan akhir tahun 2014 ditargetkan ada 50 rumah tinggal yang tersedia dengan bangunan khas Malangan. Saat ini, rumah tinggal bagi wisatawan sebagian besar masih terkonsentrasi di Pujon, Poncokusumo, Tumpang, dan Wonosari. "Kita terus berupaya di setiap desa wisata ada rumah tinggalnya bagi wisatawan, sehingga wisatawan tidak perlu jauh-jauh mencari penginapan hotel)," ucapnya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026