Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyebut 79 fasilitas gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah setempat telah selesai dibangun 100 persen.
"Terdapat 79 KDMP di wilayah kami yang pembangunannya sudah selesai 100 persen," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang Tito Fibrianto di Malang, Jawa Timur, Senin.
Dia menyampaikan infrastruktur gedung tersebut difungsikan sebagai sarana operasional dan pemanfaatannya disesuaikan dengan kesiapan masing-masing pengurus dan anggota KDMP dalam menjalankan sejumlah unit usaha yang ditetapkan di dalam program itu, seperti gerai sembako, logistik, unit simpan pinjam, dan gudang pendingin.
"Contoh di Randugading itu dari koperasi yang sudah ada gerai. Jadi dia mengembangkan diri menjadi Koperasi Desa Merah Putih," ujar dia.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang menyatakan saat ini terdapat 237 gedung lainnya yang sedang dalam proses pengerjaan pembangunan.
Dengan begitu, jumlah keseluruhan gedung yang telah dibangun dan masih dalam tahap pengerjaan di Kabupaten Malang mencapai 316 bangunan.
Sedangkan, untuk keseluruhan Koperasi Merah Putih di wilayah setempat mencapai 390 unit.
Tito menyampaikan terdapat 74 gedung yang belum dibangun karena masih menunggu tuntasnya proses administrasi terkait pemanfaatan lahan.
"Iya ada yang di lahan Perhutani, ada di kawasan hutan produksi dan kami memohonkan untuk dipakai pembangunan. Secara prinsipil dari pihak Perhutani sudah menjawab itu namun masih proses administrasinya," ujar dia.
Pemkab Malang memastikan mendukung penuh KDMP yang telah menjadi program dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, program ini merupakan sebuah terobosan memastikan membangun dan menguatkan sistem perekonomian masyarakat di wilayah desa.
"KDMP akan menjadi pusat perekonomian karena usahanya berbasis anggota yang merupakan masyarakat. Seluruh kebutuhan di desa akan dipenuhi melalui koperasi ini dan keuntungannya kembali lagi ke masyarakat," katanya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.