Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat pada triwulan I tahun 2026 populasi ternak sapi potong mencapai 153.462 ekor tersebar di 136 desa/kelurahan dan 17 kecamatan.
"Populasi ternak sapi potong ini ideal, karena Situbondo merupakan salah satu lumbung ternak sapi di Jawa Timur," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo Sulistiyani di Situbondo, Jumat.
Dia menyampaikan bahwa Situbondo memang merupakan salah satu lumbung ternak sapi di Jawa Timur dengan fokus sapi potong.
Sulistiyani merinci populasi ternak sapi sesuai data triwulan I tahun 2026 yang mencapai 153.462 ekor itu terdiri atas 18.873 ekor jantan dan sapi betina 134.592 ekor.
"Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, biasanya sapi Situbondo laris dibeli untuk hewan kurban, dan pembelinya dari berbagai daerah, seperti Malang, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Bogor dan Bandung," kata dia.
Sulistiyani menambahkan petugas kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Perikanan setempat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak, khususnya saat menjelang Idul Adha, karena rata-rata sapi potong dijadikan hewan kurban. Hal itu untuk memastikan tidak ada penyakit berbahaya yang dapat menular ke manusia."
"Sejauh ini kami melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di tempat pedagang sapi tidak ada penyakit yang bersifat zoonosis, seperti anthrax, yang bisa menular ke manusia," katanya.
Petugas kesehatan hewan juga rutin mengontrol lalu lintas ternak sapi dari luar daerah seperti dari kepulauan Madura, yang dikirim ke Situbondo.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.