Surabaya (Antara Jatim) - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur menambah tiga pembangkit dengan memanfaatkan tenaga listrik baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) guna meningkatkan sumber energi di wilayah kerjanya. "Ketiga pembangkit listrik baru terbarukan itu masing-masing di Kecamatan Pacet, Mojokerto. Pada waktu dekat, tiap PLTMH segera memiliki kemapuan tenaga listrik sebesar 50 KVA sehingga total energi listrik tambahan yang dihasilkan sebesar 150 KVA," kata General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jatim IBG Mardawa Padangratha di Surabaya, Rabu. Ia mengungkapkan, upaya penambahan jumlah pembangkit di Jatim merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memberikan peluang bagi kalangan pengusaha. Khususnya, kepada sejumlah investor swasta yang mempunyai kemampuan mengeksplorasi sumber daya alam. "Apalagi, upaya kami ini guna memanfaatkan tenaga listrik berupa energi baru terbarukan," ujarnya. Sementara, jelas dia, kalangan pengusaha swasta yang dipilih untuk membangun tiga unit PLTMH di Pacet, Mojokerto adalah PT Hari Esok Cemerlang. Untuk mewujudkannya, PLN bekerja sama dengan perseroan tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman "Power Purchase Agreement/PPA". "Peluang bagi swasta tidak begitu saja direalisasikan. Tapi, penggarapan proyek yang dikerjakan swasta harus sesuai dengan syarat yang kami berikan," tuturnya. Di sisi lain, tambah dia, dari pembuatan PLTMH yang menghasilkan tenaga listrik tersebut maka pihak PLN akan membeli energi itu. Pada masa mendatang, dengan pengoperasian pembangkit baru tersebut diharapkan dapat membantu sistem kelistrikan di Jatim. "Selain itu, mampu mendukung kebutuhan energi listrik baik di Pulau Jawa maupun Bali," ucapnya. Menyikapi pembangunan PLTMH di Mojokerto, Direktur PT Hari Esok Cemerlang, Antonius Harianto, membenarkan, perseroannya memang sudah ada kesepakatan bersama dengan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim. Sesuai kesepakatan maka pembangunan pembangkit listrik bertenaga air itu memiliki batasan waktu satu tahun, terutama untuk persiapan pembangunan PLTMH. "Kalau pelaksanaan pembangunannya paling lama dua tahun," katanya. Ia berharap, pada bulan Mei 2017 sudah ada "Commisioning Operational Date/COD". Di samping itu, perusahaan tersebut juga telah menetapkan nilai harga jual listriknya kepada PLN yakni sebesar Rp656 tiap kWh. (*)
Berita Terkait
Ini faktor penyebab masalah mobil listrik yang bisa memicu kebakaran
21 Desember 2025 16:15
Jelang Nataru, Bahlil pastikan stok BBM-listrik aman
20 Desember 2025 08:05
PLN siagakan 280 SPKLU di 150 titik Jatim untuk sambut Nataru
18 Desember 2025 18:02
Jaga keandalan listrik jelang Nataru, PLN Jatim siagakan 5.451 personel
17 Desember 2025 15:43
Yayasan GSN salurkan 100 becak listrik dari Presiden Prabowo di Pasuruan
16 Desember 2025 20:04
PLN pasok daya PT Bahagia Steel hingga 80 MVA
15 Desember 2025 22:15
PLN dukung kelistrikan Sekolah Rakyat di Gresik
11 Desember 2025 15:40
Presiden bagikan 100 unit becak listrik untuk pengayuh tua di Lumajang
8 Desember 2025 22:31
