Surabaya (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memasok daya PT Bahagia Steel di Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, hingga 80 MVA sehingga dapat mendukung pengembangan fasilitas produksi manufaktur dan baja baru.
"Ini merupakan langkah penting bagi perkembangan industri baja di Jawa Timur serta mendukung ekspansi industri baja yang semakin kompetitif,” kata General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir di Gresik, Senin.
Hingga November 2025, PT Bahagia Steel mencatat pemakaian energi sebesar 118,83 GWh atau tumbuh 3,92 GWh atau 3,41 persen (yoy).
Adapun proyeksi konsumsi hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai 129,91 GWh yang mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi serta kebutuhan daya yang semakin besar sejalan dengan rencana ekspansi perusahaan.
Ahmad menuturkan permintaan peningkatan daya dari 29,5 MVA menjadi 80 MVA membuktikan bahwa sektor industri baja terus tumbuh dan membutuhkan pasokan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan komitmen PLN dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan yang mampu mendukung pertumbuhan industri dengan menyiapkan cadangan daya hingga 40 persen yang telah terkoneksi sistem dan pembangunan fisik yang dipercepat.
"Kami percaya ekspansi PT Bahagia Steel tidak hanya berdampak positif bagi perusahaan tetapi juga bagi perekonomian melalui peningkatan serapan tenaga kerja dan aktivitas rantai pasok,” ujar Ahmad.
Sementara itu, Wakil Manager Operasional Ika Fitri menyatakan komitmen perusahaan untuk memperkuat kolaborasi dengan PLN dalam memastikan kelancaran operasional yang bergantung pada suplai listrik berkualitas.
Ia berharap kerja sama ini terus berkembang, kebutuhan daya dapat ditingkatkan, dan pertumbuhan ekonomi semakin menguat.
“Terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari rekan-rekan PLN yang selalu membantu kelancaran produksi kami. Listrik sangat berperan penting dan dengan adanya penambahan daya ini, operasional kami dapat berjalan lebih baik,” kata Ika.
