Nairobi (ANTARA News) - Pemerintah Kongo menandatangani sebuah perjanjian perdamaian dengan pemberontak M23 yang meletakkan senjata bulan lalu, kata juru bicara kepresidenan Kenya di akun Twitter resminya, Kamis. "Pemerintah Republik Demokratis Kongo (DRC) dan M23 menandatangani perjanjian perdamaian di Nairobi," kata Manoah Esipisu di akunnya itu, lapor Reuters. Juru bicara pemerintah DRC Lambert Mende mengatakan, tiga dokumen ditandatangani di Wisma Negara di Nairobi dan ketentuan-ketentuannya mencakup pembubaran M23 sebagai kelompok bersenjata. Ketentuan lain berisi rincian mengenai demobilisasi dan penghentian kekerasan sebagai cara untuk merengkuh tujuan masa depan, katanya. "Dokumen itu sangat jelas: tidak ada amnesti terselubung. Mereka yang dianggap melakukan tindakan kriminal dalam kaitan dengan hukum internasional, kejahatan perang atau kejahatan atas kemanusiaan tidak akan dimasukkan kembali ke dalam masyarakat," tambah Mende. Pemberontak M23 mengumumkan gencatan senjata pada 3 November dalam perang melawan militer DRC setelah mereka mengalami pukulan-pukulan. Pasukan DRC menghalau kelompok pemberontak itu dari seluruh daerah yang mereka kuasai selama pemberontakan 20 bulan di provinsi North Kivu. M23 didirikan oleh mantan pemberontak Tutsi yang disatukan ke dalam militer Kongo sesuai dengan perjanjian perdamaian 2009. (*)
Berita Terkait
Aksi Sadio Mane selamatkan Senegal dari kekalahan lawan Kongo
28 Desember 2025 05:16
UNICEF peringatkan 100 ribu anak mengungsi di Kongo akibat kekerasan
15 Desember 2025 12:00
Puluhan orang tewas akibat longsor tambang ilegal di RD Kongo
17 November 2025 13:58
Kongo kalahkan Kamerun 1-0
14 November 2025 10:11
Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika, pertarungan empat negara
12 November 2025 06:21
Mantan Presiden RD Kongo Joseph Kabila divonis mati
2 Oktober 2025 10:57
Sudan dan Senegal lolos ke perempat final
20 Agustus 2025 06:00
Maroko bangkit, menang 3-1 atas Zambia
15 Agustus 2025 06:40
