Oleh Ikhwan Wahyudi Padang (Antara) - Pengamat politik pemerintahan dari FISIP Universitas Andalas (Unand) Padang Asrinaldi menilai tokoh muda nasional yang aktif pada perpolitikan saat ini lebih cocok menjadi wakil presiden ketimbang presiden. "Para tokoh muda ini memiliki potensi kemampuan praktis dan pengetahuan yang mumpuni, namun masih minim pengalaman menjadi wapres akan membantu pengembangan dirinya dalam bidang birokrasi," katanya di Padang, Rabu. Selain itu, tokoh muda ini ditunjang dengan fisik serta semangat nasionalisme tinggi untuk memperbaiki kondisi bangsanya. Namun demikian, para tokoh muda ini belum cocok menjadi pemimpin nomor satu di Indonesia. Kecuali tokoh muda tersebut telah memiliki bukti kerja yang nyata dan populer di mata masyarakat. Asrinaldi memaparkan, beberapa tokoh muda yang memiliki potensi untuk menjadi capres atau cawapres antara lain Jokowi, Hidayat Nur Wahid, Sri Mulyani, dan Yusril Ihza Mahendra Menurutnya, Jokowi menempati peringkat pertama dalam kandidat menjadi capres ataupun cawapres saat ini. Prestasi sebagai wali kota surakarta beberapa tahun lalu, serta kesuksesan dalam membenahi ibukota merupakan modal Jokowi untuk menjadi pemimpin Indonesia yang baru. Ditambah lagi dengan tingginya popularitas dia dengan "blusukannya" di tengah masyarakat. Bahkan dalam berbagai persepsi masyarakat, Jokowi dijadikan calon tunggal yang akan menang jika nantinya ikut dalam pemilihan Capres dan Cawapres. (*)
Berita Terkait
Guru besar politik Unej: WEF ajang pencapaian diplomatik Indonesia
21 Januari 2026 11:58
Pengamat: "E-voting" harus masuk landskap politik sebelum diterapkan
20 Januari 2026 19:47
Pakar Unej: Kondisi domestik masih cukup kuat saat rupiah melemah
17 Januari 2026 16:15
Pengamat: Dialog presiden-rektor upaya mengintegrasikan dua sektor
15 Januari 2026 21:28
Pengamat sebut pilkada lewat DPRD tak jamin tekan ongkos penyelenggaraan
15 Januari 2026 17:17
Pengamat hukum Situbondo imbau DPR rumuskan perlindungan lansia
8 Januari 2026 20:32
Guru besar Unej dorong Indonesia bersikap atas agresi AS ke Venezuela
7 Januari 2026 12:53
TNGGP pastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal
6 Januari 2026 22:45
