Ponorogo (Antara Jatim) - Parlo, seorang kakek di Desa Wonokerto, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menunggui jasad istrinya yang diduga telah meninggal sepekan lalu di rumahnya, meski telah membusuk dan menyebarkan bau busuk ke lingkungan sekitar. Kenekatan kakek renta berusia 75 tahun dengan nama Parlo ini terungkap setelah warga sekitar curiga dengan aroma anyir menusuk hidung yang bersumber dari rumah sang kakek di Desa Wonokerto, Kecamatan Jetis, Selasa. "Warga semakin curiga karena banyak lalat bangkai yang berterbangan di sekitar rumah Mbah Parlo," tutur Sugeng Priono, salah seorang perangkat Desa Wonokerto. Namun upaya warga untuk melihat langsung kondisi Parlo dan istrinya, Siti Maryam di dalam bangunan tidaklah mudah, lantaran semua pintu dan jendela ditutup terkunci. Karena tak kunjung dibukakan pintu meski diketuk dan dipanggil berkali-kali, sejumlah warga bersama perangkat desa yang penasaran akhirnya mendobrak paksa. Alhasil, diketahui bau busuk menyengat berasal dari jasad Siti Maryam yang diduga telah meninggal sepekan sebelumnya. Parlo yang berada tak jauh dari jasad Siti Maryam sempat terlihat gusar dan berusaha mengusir warga maupun perangkat. "Setelah beberapa lama, Mbah Parlo bersedia keluar dari rumah dan jasad istrinya dievakuasi setelah dibujuk polisi dan perangkat. Sebelumnya dia bersikeras meyakini istrinya masih hidup," imbuh Sugeng. Jenazah Siti Maryam yang nyaris habis dimakan belatung kemudian dievakuasi menuju RSUD dr Hardjono, Ponorogo untuk dilakukan "visum et repertum". Menurut keterangan warga sekitar maupun visum luar tim medis, nenek berusia sekitar 70 tahun itu diduga meninggal akibat penyakit stroke dan diabetes melitus yang diidapnya sejak lama. Kakek Parlo saat ini dirawat di rumah tetangganya, sementara jasad Siti Maryam kemudian segera dikebumikan. "Kasus ini murni faktor penyakit, tidak ada unsur kesengajaan apalagi pembunuhan. Mbah Parlo melakukan tindakan nekat karena mungkin terlalu sayang sama istrinya, sehingga rela tidur menunggui jenazah istrinya yang telah beberapa lama meninggal," kata Kapolsek Jetis, AKP Sumidyan. (*)
Berita Terkait
DPKP Surabaya evakuasi dua mobil terperosok akibat parkiran ambrol
26 Januari 2026 22:22
KAI Daop 8 Surabaya pasang blok rel di JPL Wonokromo
26 Januari 2026 17:12
Telkomsel percepat pemulihan jaringan di lokasi BTS roboh di Surabaya
23 Januari 2026 18:27
DPKP Surabaya kerahkan Bronto Skylift tangani tower BTS roboh
23 Januari 2026 18:05
Tower BTS di atap sekolah perhotelan Surabaya roboh
23 Januari 2026 17:08
Menkes: Pemerintah berupaya akselerasi kompetensi dokter spesialis
22 Januari 2026 20:34
Dampak banjir Situbondo
22 Januari 2026 17:55
Pemeriksaan SPPG pascainsiden keracunan masal di Tulungagung
20 Januari 2026 17:05
