Seoul (Antara Jatim) - Atraksi berkuda yang ditunggani anak-anak muda, laki-laki, dan perempuan di "Kampung Rakyat", Korea Selatan, memikat para pengunjung baik lokal maupun wisatawan asing. Kuda-kuda berukuran besar itu ditunggangi tidak saja bergaya biasa, tetapi juga dengan gaya yang cukup berbahaya jika penunggangnya jatuh, seperti yang disajikan, Jumat. Penunggang putri tak kalah lincah dengan yang laki-laki. Dia berani jumpalitan di atas pelana kuda, bahkan dengan cara meletakkan kepala di bawah atau menghadap ke belakang, sementara si kuda tetap berlari beputar-putar di dalam arena. Pada kesempatan lain, penunggang melompat untuk mengubah posisi saat kuda tetap berlari kencang. Pada atraksi lain, tiga penunggang kuda membawa panah. Mereka membidik sasaran di tengah arena saat kuda yang ditungganginya berlari. Dan, semua anak panah menancap di sasaran. Ada juga penunggang yang membawa tombak, kemudian berdiri di atas kuda tanpa pegangan, kecuali tangan kanannya memegang tombak. Tombak dilempar ke sasaran bergambar sapi. Tidak hanya atraksi sendiri, pada sesi terakhir, dua kuda diikat kemudian ditunggangi tiga lelaki. Satu lelaki berdiri di atas kedua punggung penunggang lainnya. Atraksi itu selalu mendapatkan tepukan penonton yang mendatangi lokasi yang biasa disebut "Folk Village" itu. Persembahan lain yang menarik perhatian pengunjung adalah prosesi pernikahan tradisional Korea Selatan. Prosesi yang dilaksanakan di sebuah model rumah kelas menengah di masyarakat tradisional Korea Selatan itu tidak berlangsung lama atau sekitar 20 menit. Oie Sug Seong, salah seorang warga Korea Selatan, mengatakan bahwa kedua atraksi itu memang selalu disajikan untuk para pengunjung karena selalu menarik perhatian. "Untuk prosesi pernikahan tradisional, pengunjung bisa berfoto bersama dengan 'pengantin' tersebut," katanya. Folk Village terletak sebelah selatan atau sekitar 55 km dari Kota Seoul. Tujuan wisata tradisional seluas sekitar 99 hektare itu menyajikan keunikan masa lalu yang dimiliki oleh masyarakat Korea Selatan. (*)
Berita Terkait
Pasar rakyat kampung tenun ikat
21 Desember 2019 22:36
Perjalanan Budaya Masyarakat Korea dalam "Folk Village"
14 September 2013 16:36
Pakar: Eco-Museum Konsep Pelestarian Kampung ala Surabaya
21 Oktober 2012 07:41
Wisatawan Padati "Namsangol Hanok Village" Libur Chuseok
19 September 2013 16:37
Pemkab Trenggalek berangkatkan sembilan pemuda kuliah gratis ke Korea Selatan
10 Februari 2026 19:33
Menteri P2MI jamin hak pekerja migran meninggal di Korsel
1 Februari 2026 17:51
Rupiah menguat seiring retorika agresif Trump terkait ancaman tarif
28 Januari 2026 16:13
Korut kecam Korsel atas penyusupan drone pengintai
10 Januari 2026 14:30
