Pacitan (Antara Jatim) - Sejumlah nelayan Pacitan melaporkan penemuan sebuah kapal jenis sekoci berpenumpang lima orang yang terdampar di Pantai Watukarung, ke kepolisian dan keamanan laut terpadu (Kamladu) karena mencurigai sebagai sindikat penyelundupan imigran gelap tujuan Australia. Tidak ditemukan warga negara asing dalam kapal itu. Namun pihak berwajib mengamankan lima orang warga negara Indonesia (WNI) dari berbagai daerah itu. "Kapal merapat mulai Kamis (22/8) malam sekitar pukul 23.00 WIB," ujar salah satu nelayan Watukarung, Sutarman, Jumat. Menurut keterangan Sutarman, mereka mencurigai para awak kapal sekoci yang terdampar karena selalu berbelit saat ditanya soal asal-usul maupun tujuan berlayar menggunakan kapal sekoci. "Gerak-gerik mereka mencurigakan dan masing-masing memberi keterangan yang berbeda-beda," ungkapnya. Tak berapa lama setelah menerima laporan, sejumlah petugas dari kepolisian dan kamladu datang ke lokasi penemuan kapal. Pihak keamanan kemudian membawa kelima penumpang kapal untuk dimintai keterangan. Belum ada keterangan resmi disampaikan pihak kepolisian terkait hasil pemeriksaan tersebut. Namun sumber internal di Kamladu mengisyaratkan kelima ABK yang diyakini berasal dari kawasan timur tersebut sebagai jaringan kelompok penyelundupan imigran gelap. "Mereka terkesan menyembunyikan sesuatu. Bisa jadi memang sindikat penyelundupan manusia perahu," ujar seorang petugas. Kecurigaan kian kuat setelah warga mendapati barang bawaan dalam kapal sekoci yang bukan termasuk perlengkapan untuk nelayan melaut. Meski ditemukan pancing, kata dia, namun jumlahnya terlalu sedikit untuk menangkap ikan sejenis tuna. Beberapa barang yang ditemukan dikapal berwarna kuning gading tersebut di antaranya 12 jerigen solar, satu unit mesin genset, dan peralatan memasak. "Saat kami tanya mereka beralasan mau melaut ke lokasi rumpon," terang Sutarman. Rifai, salah satu terduga penyelundup imigran gelap asal Purwokerto, Jawa Tengah mengaku berlayar dari wilayah perairan Kabupaten Banyuwangi. Tetapi keterangan dia berbeda dengan empat ABK/penumpang lain yang menyebut berangkat wilayah perairan Pulau Bali sebagai lokasi awal berlayar. Saat ini, kapal jenis sekoci masih berada di tepi Pantai Watukarung. Sejumlah warga bersama anggota Kamladu melakukan penjagaan di sekitar perahu untuk kepentingan penyelidikan. Perairan Pacitan merupakan salah satu jalur favorit penyelundupan imigran gelap asal Timur Tengah dengan tujuan Australia. Beberapa kali upaya penyelundupan manusia dilakukan dengan memanfaatkan sindikat di dalam negeri, sebagian di antaranya berhasil digagalkan. Dari catatan pihak Polres Pacitan, dalam kurun tiga tahun terakhir (2010-2012) terjadi sedikitnya empat kali upaya penyelundupan, dengan tiga kali di antaranya berhasil digagalkan. Sementara sejumlah aksi penyelundupan lainnya berhasil lolos. Jumlah imigran yang diselundupkan pada tahun 2010 tercatat sebanyak 37 orang, 2011 sebanyak 39 orang, dan 2012 sebanyak 60 orang. Sedangkan pada satu kasus penyelundupan yang tidak berhasil dideteksi petugas, jumlah imigran yang diselundupkan mencapai 70 orang. (*)
Berita Terkait
SAR temukan 69 imigran Rohingya korban kapal karam di laut Aceh
21 Maret 2024 14:30
Satu kapal imigran asal Rohingya kembali terpantau di perairan Aceh
3 Februari 2023 19:13
Kapal Imigran Tenggelam di Italia 100 Tewas
4 Oktober 2013 02:45
Basarnas: Kapal Imigran Tenggelam 22 Tewas
27 September 2013 23:37
Lima Sindikat Penyelundup Imigran Ditangkap
26 Agustus 2013 18:26
Basarnas Akan Evakuasi Puluhan Imigran Srilanka
6 Juni 2013 22:20
KSAL: Misi TNI AL Menjadi Berkelas Dunia
13 Mei 2013 18:23
Polisi: Tidak Ada Temuan Korban Kapal Imigran
24 April 2013 19:01
