Madiun (Antara Jatim) - Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota, Jawa Timur, akan menekankan pengamanan terhadap rumah kosong yang ditinggal mudik penghuninya selama Operasi Ketupat tahun 2013 berlangsung. "Sesuai hasil survei dan analisis, penduduk Kota Madiun lebih banyak yang keluar kota dibandingkan yang datang dari luar kota. Sehingga rumah warga banyak yang ditinggalkan kosong," ujar Kapolres Madiun AKBP Anom Wibowo kepada wartawan, Rabu. Menurut dia, berdasarkan data arus penumpang yang menggunakan jasa angkutan bus dari Terminal Purbaya Kota Madiun, tercatat pada saat puncak arus mudik tanggal 6 Agustus, jumlah penumpang berangkat mencapai 12.105 orang. Angka tersebut lebih banyak dari jumlah penumpang datang yang hanya mencapai 11.049 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga Kota Madiun yang meninggalkan rumahnya untuk keluar kota dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun mobil, serta moda transportasi kereta api. Anom menilai, kondisi tersebut perlu diwaspadai. Sebab, salah satu bentuk gangguan kamtibnas yang marak saat pengamanan lebaran adalah pencurian pada rumah-rumah kosong. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan anggota keamanan yang disebar di beberapa titik daerah rawan tindak kriminal pencurian. Anggota juga akan rutin melakukan patroli di kawasan perumahan yang banyak ditinggal penghuninya. "Selain itu, kerja sama dan koordinasi dengan ketua RT/RW serta Babinsa juga akan dioptimalkan, demi terciptanya ligkungan yang kondusif," kata dia. Pihaknya juga mengimabu kepada masyarakat untuk mewaspadai lingkungan rumah masing-masing. Jika terdapat sesuatu hal yang mencurigakan, hendaknya langsung melapor ke ketua RT/RW atau kantor polisi terdekat. Seperti diketahui, Operasi Ketupat 2013 akan berlangsung dari tanggal 1 Agustus hingga 17 Agustus. Adapun, sasaran pantauan operasi ketupat yakni aktivitas di pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan tempat rekreasi. Selain itu juga sasaran terhadap aktivitas mudik yang akan mendorong peningkatan mobilitas manusia, kendaraan, dan barang yang bisa memunculkan potensi kerawanan kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas. (*)
Berita Terkait
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
