Malang (Antara Jatim) - Kerugian materi akibat bencana alam berupa banjir dan gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Malang pekan lalu diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Hafi Lutfi, Rabu, mengemukakan dalam melakukan verifikasi dan penghitungan kerugian tersebut melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Sejumlah SKPD yang dilibatkan dalam penghitungan kerugian materi itu di antaranya adalah Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Pengairan, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan. "Pendataan dan penghitungan ini dilakukan setelah tujuh hari pascabencana terjadi. Dan kerugian itu meliputi kerusakan sejumlah bangunan, yakni infrastruktur jalan dan jembatan, lahan pertanian, rumah warga, sekolah, sarana irigasi serta masjid dan mushala," katanya. Ia mengakui walaupun pihaknya sudah mengetahui nominal kerugian akibat bencana alam tersebut sebesar Rp12 miliar, pihaknya belum bisa memastikan apakah seluruh korban akan mendapatkan bantuan. "Kami hanya berusaha, namun untuk penentuan juga tergantung hasil verifikasi seberapa berat kerusakan rumah yang dialami warga," tegasnya. Sebab, lanjutnya, tim dari BPBD maish akan melakukan verifikasi lebih detail untuk menentukan layak tidaknya korban mendapatkan bantuan serta melihat kategori kerusakannya, apakah rusak ringan, sedang atau berat. Selain itu, katanya, pihaknya juga masih memilah apakah korban tergolong mampu atau tidak, bahkan dari keluarga miskin atau tidak. "Kami hanya menginginkan bantuan yang kami berikan ini tepat sasaran," ujarnya, menandaskan. Belum lama ini BPPD juga mengusulkan tambahan anggaran untuk penanggulangan bencana melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) 2013, sebab dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 hanya dianggarkan sebesar Rp2,5 miliar. Pada awal pekan lalu (8/7) wilayah Kabupaten Malang, khususnya Malang selatan diguncang gempa berkekuatan 5,9 SR yang merusakkan sedikitnya 97 rumah, baik ringan maupun sedang. Belum selesai melakukan pendataan kerugian dan distribusi bantuan, pada Selasa (9/7) malam hingga Rabu dini hari, wilayah Malang selatan, tepatnya di di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan dilanda bencana banjir bandang yang meluluh lantakkan ratusan rumah warga, gedung sekolah, lahan pertanian serta infrastruktur jalan dan jembatan.(*)
Berita Terkait
Sumbar alami kerugian dan kerusakan Rp33,5 triliun akibat bencana alam
16 Januari 2026 09:54
Kerugian bencana banjir besar Spanyol ditaksir lampaui 20 miliar dolar AS
21 November 2024 15:38
Kerugian Bencana Alam Magetan Capai Rp2,6 Miliar
30 Desember 2016 20:07
BPBD Pamekasan Belum Pastikan Kerugian Bencana Alam
17 November 2014 20:00
Angin Kencang Terjang Dua Desa di Madiun
15 November 2014 16:45
Bangunan MI di Madiun Rusak Diterjang Angin
13 November 2014 19:06
Kerugian Puting Beliung di Ngawi Capai Rp1 Miliar
12 November 2014 17:17
Kasus Pencurian Kayu di Wilayah Ngawi Tinggi
23 Februari 2013 15:48
