Trenggalek (Antara Jatim) - Arus lalu-lintas dan aktivitas di lima desa, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berangsur normal pascabanjir bandang hingga ketinggian satu meter di daerah tersebut, Sabtu (29/6)-Minggu dinihari. Koresponden Antara di Trenggalek melaporkan, arus lalu lintas di pasar-pasar maupun akses menuju pelabuhan dan obyek wisata Pantai Prigi pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB terpantau normal. Genangan dan sisa-sisa banjir memang masih terlihat berserak di sepanjang jalan, namun kendaraan telah leluasa berlalu lalang sperti sedia kala. Pemandangan serupa terlihat di jalur menuju obyek wisata Pantai Pasir Putih yang ada di sebelah timur kantor kecamatan, maupun akses menuju Pantai Karanggongso yang sempat terendam hingga ketinggian dada orang dewasa. Warga dibantu aparat keamanan, perangkat, serta relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terlihat sibuk membersihkan lumpur dan aneka sampah yang sempat masuk rumah/bangunan mereka bersama banjir semalam. "Semuanya sudah normal, warga juga sudah membersihkan rumah masing-masing dari lumpur dan kotoran yang terbawa banjir semalam," terang Sekretaris BPBD Trenggalek, Suprapto. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana yang disebabkan hujan deras sejak sore hingga malam hari tersebut. Namun dua rumah milik Agus dan Syukono, di Desa Tasikmadu dilaporkan rusak parah. Sebagian besar tembok bangunan bagian belakang jebol akibat longsoran tanah bercampur batang-batang kayu dari atas tebing setinggi 15-an meter. "Kejadiannya sekitar pukul 20.00 WIB. Waktu itu saya mendengar ada suara gemuruh disertai gemeretak kayu dari arah belakang, ketika saya lihat dari pintu belakang, tanah tebing beserta pepohonan sudah bergerak turun sehingga kami cepat-cepat menyelamatkan diri serta sebagian harta benda yang bisa diselamatkan," tutur Rodyah, salah seorang keluarga korban. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026