Kami ingin arek-arek Suroboyo datang ke expo ini dan menikmati promo
Surabaya (ANTARA) - Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menghadirkan 20 rumah sakit terkemuka asal Malaysia dalam ajang Malaysia Healthcare Expo (MHX) Surabaya 2026 bertajuk “Healing Meets Hospitality” yang berlangsung pada 21-24 Mei di Tunjungan Plaza 3 Surabaya.
Head of Indonesia Market MHTC Rahmatullah Baragau mengatakan rumah sakit peserta berasal dari Kuala Lumpur, Selangor, Penang, Melaka, Johor, hingga Sarawak.
“Rumah sakit itu di antaranya Island Hospital Penang, Institut Jantung Negara (IJN), Mahkota Medical Centre, Subang Jaya Medical Centre,” katanya usai pembukaan MHX Surabaya 2026 di Surabaya, Jumat.
Selain itu, terdapat Alpha IVF & Women’s Specialists, Beacon Hospital, GenPrime Everlink Fertility Centre, Hospital Picaso, Damansara Specialist Hospital 2, MSU Medical Centre, Sunway Medical Centre Sunway City Kuala Lumpur, Thomson Hospital Kota Damansara, UM Specialist Centre (UMSC), RS KPJ Penang, LohGuanLye Specialists Centre, Northern Heart Hospital Penang, Penang Adventist Hospital, Sunway Medical Centre Penang, dan Regency Specialist Hospital. Sementara itu, KPJ Kuching Specialist Hospital turut berpartisipasi dalam paviliun Sarawak Tourism Board.
Rahmatullah menjelaskan, Surabaya dipilih karena menjadi salah satu kota dengan minat tinggi terhadap wisata medis Malaysia sejak bertahun-tahun.
“Kami lebih dekat secara geografis karena penerbangan tidak sampai tiga jam, kemudian juga dekat secara budaya sehingga pasien tidak merasa takut untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan spesialis di rumah sakit Malaysia,” kata Rahmatullah usai pembukaan MHX Surabaya 2026 di Surabaya, Jumat.
Menurut dia, biaya layanan kesehatan yang relatif terjangkau dengan kualitas penanganan medis yang konsisten juga menjadi daya tarik bagi pasien asal Indonesia.
“Kami ingin arek-arek Suroboyo datang ke expo ini dan menikmati promo serta paket wisata medis yang cocok untuk seluruh anggota keluarga,” tuturnya.
Sementara itu, Head of Sales and Marketing JavaMifi Nursalim Madiansyah mengatakan pihaknya mendukung kenyamanan pasien Indonesia yang menjalani wisata medis di Malaysia melalui layanan konektivitas selama berada di luar negeri.
“Kami memiliki visi yang sama dengan MHTC bagaimana memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada pasien selama menjalani wisata medis di Malaysia agar tetap terhubung dengan orang terkasih,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Billy Daniel Messakh mengatakan sekitar 40 persen masyarakat Surabaya yang berobat ke luar negeri memilih Malaysia.
“Tidak hanya medicalnya, tetapi tourismnya juga, sehingga sekali jalan mereka mendapatkan dua hal sekaligus,” katanya.
Billy menambahkan Pemerintah Kota Surabaya juga dapat mempelajari model kolaborasi yang diterapkan Malaysia dalam mengintegrasikan sektor kesehatan, pariwisata, hingga keimigrasian untuk mendukung wisata medis.
“Kami perlu belajar bagaimana menata sistem yang lebih baik, termasuk terkait regulasi biaya layanan kesehatan,” tuturnya.
Chief Executive Officer MHTC Suriaghandi Suppiah mengatakan pasien Indonesia masih menjadi salah satu kontributor terbesar industri wisata medis Malaysia dengan kontribusi pendapatan mencapai RM2,2 miliar dan lebih dari 970 ribu wisatawan kesehatan sepanjang 2025.
“Surabaya menyumbang sekitar 75 persen wisatawan kesehatan asal Jawa Timur yang berobat ke Malaysia,” ujarnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.