Madiun (Antara Jatim) - Jumlah kunjungan untuk membaca dan meminjam buku di Perpustakaan Umum Kota Madiun, Jawa Timur, hingga saat ini masih sangat minim. "Rata-rata jumlah kunjungan ke Perpustakaan Kota Madiun hanya sekitar 50 orang per hari. Jumlah tersebut tidak banyak berubah setiap tahunnya," ujar Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Madiun, Diah Indrianita, Senin. Ia mengemukakan hal itu menanggapi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat berkunjung ke Kota Madiun pada Sabtu (11/5) lalu. Saat itu, Mendikbud menyatakan bahwa buku dan membaca merupakan bagian dari pendidikan. "Karena itu, kami mengimbau kepada para kepala daerah untuk kreatif agar minat baca masyarakatnya tumbuh. Kami mengajak semua masyarakat untuk membuat kios-kios, pos-pos, perpustakaan, dan tempat-tempat baca, sehingga anak itu tidak ada halangan jika ingin membaca karena tidak ada bahan bacaan," kata Nuh. Menurut Diah Indrianita, tingkat kunjungan yang minim tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, di antaranya minat membaca warga Kota Madiun yang masih rendah dan juga dampak kecanggihan teknologi sehingga pembaca memilih ke "e-book" ataupun alat baca elektronik lain yang lebih menarik. Meski demikian, pihaknya terus berupaya agar tingkat kunjungan ke perpustakaan dapat meningkat, antara lain gencar melakukan sosialisasi melalui radio milik Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. "Selain itu, pemasangan pamflet ataupun sarana promosi lainnya di setiap kantor kelurahan dan kecamatan yang ada di wilayah setempat," kata dia. Diah menambahkan, hingga kini koleksi buku yang dimiliki perpustakaan umum Kota Madiun telah mencapai 23.000 buku lebih dari berbagai bidang, seperti sosial, ekonomi, politik, hukum, komunikasi, bahasa, dan sebagainya. Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun, Doris Eko Prasetyo, menambahkan guna meningkatkan jumlah kunjungan dan minat baca di wilayahnya, pihaknya terus berusaha menambah jumlah buku di perpustakaan umum melalui dana APBD. "Kami dengan pihak Kantor Perpustakaan juga mencari terobosan dengan mengajukan bantuan ke berbagai pihak seperti Kantor Perpustakaan Provinsi Jatim dan Perpustakaan Nasional Indonesia," kata dia. (*)
Berita Terkait
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
