Madiun (Antara Jatim) - Puluhan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) cabang Madiun, Selasa, melakukan aksi di Alun-Alun Kota Madiun, Jawa Timur, guna menolak pengesahan RUU Ormas yang saat ini masih dibahas DPR. Koordinator Aksi, Choirudin, mengatakan, berlakunya RUU tersebut dinilai akan membatasi keberadaan sejumlah ormas, terutama ormas yang berbasis Islam. Sehingga bisa membatasi dakwah Islam. "Dalam sejumlah pasal di RUU Ormas tersebut, jelas-jelas disebutkan tentang larangan berpolitik bagi ormas. Hal itu jelas merupakan pembatasan dan merupakan usaha pemerintah untuk kembali ke zaman orde baru," ujar Choirudin. Menurut dia, RUU tersebut telah meresahkan seluruh ormas Islam yang ada di Indonesia. Karenanya, HTI mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya umat Islam untuk ikut bersama-sama menentang keberadaan RUU ini. "Ini sangat bahaya jika dibiarkan karena ormas akan diatur secara ketat dan akan membungkam sikap kritis ormas," kata Choirudin. Pihaknya juga meminta pemerintah agar tidak mudah menerima intervensi dari negara luar untuk dapat menyetir pergerakan ormas Islam yang selama ini diklaim sebagai agama yang lekat dengan kekerasan dan pemaksaan kehendak oleh negara barat. "Indonesia adalah negara yang merdeka dan harus bisa lepas dari intervensi negara barat. Dimana, negara-negara barat itu takut dan cemas dengan pergerakan Islam yang ada di sini," teriak massa. Dalam aksi tersebut, para demonstran mengenakan pakaian muslim. Sejumlah demonstran juga mengibarkan bendera HTI. Beberapa di antaranya ada yang memegang spanduk besar bertuliskan "Tolak RUU Ormas". Aksi yang berlangsung damai tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Polres Madiun Kota. Aksi tersebut juga sempat mengganggu arus lalu-lintas, namun semuanya masih dalam batas wajar. (*)
Berita Terkait
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
