Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota meminta masyarakat mulai memanfaatkan layanan surat izin mengemudi (SIM) digital guna memudahkan proses pengecekan dokumen administrasi berkendara.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan legalitas SIM digital setara dengan bentuk konvensional atau kartu, sehingga pengendara bisa menunjukkannya kepada petugas saat pemeriksaan kelengkapan dokumen berkendara.

"Legalitas SIM digital sama dengan SIM fisik yang menjadi bukti sah kelayakan dan berkompetennya seseorang secara hukum mengemudikan kendaraan, supaya semakin banyak orang yang memanfaatkan layanan ini, kami akan memasifkan sosialisasi," kata Rio.

Ia menyampaikan apabila seorang pengendara tidak membawa SIM fisik saat operasi kelengkapan dokumen, maka mereka bisa menunjukkan SIM digital kepada petugas untuk selanjutnya dilakukan verifikasi dengan cara memindai kode batang pada aplikasi Digital Korlantas Polri.

Selain itu, Rio menyampaikan SIM digital bukan hanya inovasi administrasi, melainkan sebagai langkah pemberian jaminan keamanan terhadap dokumen berkendara milik masyarakat.   

"Jadi, masyarakat tidak perlu lagi khawatir apabila ketinggalan atau lupa membawa SIM fisik, cukup tunjukkan SIM digital," kata dia. 

SIM digital telah diperkenalkan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri saat Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Polri Tahun Anggaran 2026.

Polri memastikan bahwa SIM digital telah dilengkapi sistem keamanan untuk memproteksi data pemilik dokumen berkendara, yakni dengan menggunakan kode batang dinamis yang dapat berubah setiap 10 detik sekali.

Kode batang tersebut tidak bisa dilakukan penangkapan layar atau screenshoot maupun dipindahtangankan. Penggunaan sistem tersebut bertujuan untuk mencegah pemalsuan.

SIM digital dari Polri juga telah mengantongi sertifikasi keamanan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026