Washington (Antara/AFP) - Gedung Putih pada Selasa mengatakan bahwa NATO tidak akan memberikan persenjataan peluru kendali Patriot untuk melindungi benteng-benteng pemberontak di Suriah, menyusul adanya permintaan dari pemimpin oposisi Ahmed Moaz al-Khatib. Khatib meminta perluasan payung bantuan perlindungan melalui penempatan Patriot di perbatasan Turki, yang dirancang untuk menyergap peluru kendali yang ditembakkan dari pihak Suriah. Permintaan itu disampaikan Khatib ketika mengikuti pertemuan tingkat tinggi Liga Arab di Doha. "Kami mengetahui ada permintaan tersebut," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney. "Untuk saat ini, NATO tidak berniat melakukan campur tangan secara militer di Suriah," kata Carney. "Menurut saya, persenjataan rudal Patriot akan diartikan sebagai bantuan militer," kata Carney. Ia menambahkan persenjataan anti-rudal Patriot yang ada di Turki ditujukan hanya untuk kepentingan pertahanan. Namun, Carney mengatakan bahwa Gedung Putih secara terus menerus meninjau kebijakan-kebijakannya di Suriah. Peninjauan itu telah menghasilkan keputusan bagi Washington untuk menyediakan bantuan kemanusiaan senilai jutaan dolar namun memutuskan untuk tidak memberikan bantuan militer "mematikan". Pemimpin Koalisi Nasional Suriah Khatib mengatakan di Doha bahwa ia telah meminta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry untuk memberikan perlindungan berupa peluru kendali Patriot yang mencakup Suriah bagian utara, dan bahwa Kerry "telah menjanjikan akan memperhatikan masalah itu." "Kami masih menunggu keputusan dari NATO menyangkut hal ini," kata Khatib di pertemuan tingkat tinggi itu. (*)
Berita Terkait
AS dorong sekutunya belanja militer lima persen PDB
24 Januari 2026 22:00
PM Greenland tidak tahu apa yang disepakati antara Trump dan NATO
23 Januari 2026 10:05
Kanada, Swedia, dan NATO bahas keamanan Arktik di Davos
22 Januari 2026 20:10
Trump: Sistem pertahanan rudal di Greenland terus dibahas
22 Januari 2026 13:53
Rupiah menguat seiring euforia kebijakan BI tahan suku bunga
22 Januari 2026 10:38
Sekjen NATO enggan komentari isu Greenland
21 Januari 2026 22:00
NATO hentikan berbagi informasi intelijen dengan AS, imbas Greenland
20 Januari 2026 09:49
Dukung Denmark, Kanada siap kirim pasukan ke Greenland
19 Januari 2026 12:31
