Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya dan Pusvetma Kementerian Pertanian pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, dan hewan dijual dengan kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Nanik Sukristina di Surabaya, Rabu mengatakan pengawasan hewan kurban telah berjalan sejak 18 Mei 2026 hingga 26 Mei 2026.

"Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan persoalan setelah dibeli maupun disembelih," katanya.

Pemeriksaan dilakukan dari sisi administrasi maupun kesehatan hewan. Para pedagang diwajibkan membawa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal. Selain itu, lapak penjualan juga harus diketahui dan mendapatkan izin dari kecamatan setempat.

"Karena itu, pihak kecamatan juga kami libatkan dalam pengawasan di lapangan," ujarnya.

Dari sisi kesehatan, tim dokter hewan dan mahasiswa kedokteran hewan melakukan pemeriksaan terhadap potensi penyakit tertentu, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), skabies (kudis), maupun penyakit menular lainnya. Tim juga memastikan seluruh hewan telah mendapatkan vaksinasi dari daerah asal.

"Hingga saat ini, tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat," tuturnya.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan, Pelindo memberikan dukungan berbagai kebutuhan teknis yang digunakan selama proses pemeriksaan di lapangan mencakup perlengkapan petugas hingga kebutuhan operasional tenaga medis hewan.

"Sebagai badan usaha, kami ingin hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian Edy Budi Susila mengatakan Pusvetma memiliki peran penting sebagai laboratorium rujukan nasional untuk penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurutnya, peran Pusvetma berada di sektor hulu, yakni memastikan ternak yang akan digunakan sebagai hewan kurban telah melalui proses vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan.

Vaksin PMK yang digunakan peternak di berbagai daerah diproduksi langsung oleh Pusvetma. Karena itu, Surabaya memiliki peran penting secara nasional dalam pengendalian penyakit hewan ternak," ucapnya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026