Surabaya (ANTARA) - Laboratorium medis Pramita di Surabaya mampu membantu menangani gangguan tidur yang menyebabkan napas berhenti sementara dan berulang selama tidur atau yang dikenal dengan sleep apnea dengan melakukan pemeriksaan Polysonografi.
Perwakilan Pramita Surabaya Andini Ekawati dalam keterangannya di Surabaya, Rabu mengatakan saat ini banyak masyarakat yang belum memahami bahaya sleep apnea karena gejalanya sering dianggap biasa.
"Orang sering tidak tahu sleep apnea itu apa. Tapi biasanya sadar kalau dirinya mendengkur. Padahal pasien sleep apnea umumnya mengalami dengkuran keras, bangun tidur tidak segar, mudah mengantuk, bahkan pusing saat pagi hari,” ujar Andini.
Ia mengatakan, sleep apnea menjadi gangguan tidur yang kerap tidak disadari masyarakat, padahal kondisi ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan tubuh.
"Gangguan ini ditandai dengan kebiasaan mendengkur hingga henti napas berulang saat tidur yang membuat kualitas istirahat menurun dan tubuh kekurangan oksigen," katanya.
Ia mengatakan, penderita sleep apnea sering merasa sudah tidur cukup lama, tetapi kualitas tidurnya sebenarnya buruk. Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah dan mudah mengantuk meski aktivitas baru dimulai sejak pagi hari.
"Sleep apnea dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, stroke, diabetes, hingga gangguan jantung. Risiko ini tidak hanya dialami orang dengan berat badan berlebih, tetapi juga mereka yang memiliki struktur saluran napas sempit," katanya.
Untuk membantu mendeteksi kondisi tersebut, kata dia, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan alat sleep diagnostic test yang ada di Pramita Surabaya dengan pemeriksaan Polysonografi.
"Alat ini dipasang saat pasien tidur untuk memantau pola napas, kadar oksigen, detak jantung, hingga frekuensi henti napas selama malam hari. Pemeriksaan dilakukan agar tingkat keparahan sleep apnea bisa diketahui sehingga penanganannya lebih tepat," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026