Gresik (ANTARA) - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, mengelola klinik kesehatan dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dengan aset mencapai lebih dari Rp14 miliar.
“MWC NU Tambak memiliki Poliklinik An-Nahdliyah dengan fasilitas rumah bersalin dan layanan pengobatan umum dengan kunjungan pasien sekitar 20 hingga 25 orang per hari,” kata Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) Prof Masykuri Bakri dalam keterangan remi yang diterima di Gresik, Sabtu.
Ia mengatakan BMT milik MWCNU Tambak yang berdiri sekitar 3,5 tahun lalu juga mencatat hasil usaha mencapai Rp2,2 miliar.
Menurut dia, keberadaan klinik dan BMT tersebut menunjukkan potensi besar NU Bawean dalam pengembangan ekonomi masyarakat dan pelayanan sosial berbasis organisasi keagamaan.
“PCNU Bawean layak menjadi percontohan karena mampu mengembangkan layanan kesehatan dan ekonomi untuk masyarakat,” katanya.
Saat kegiatan silaturahim dan turun ke bawah (turba) PWNU Jatim di Bawean, Tim turba PWNU Jatim dipimpin Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir bersama Wakil Katib Syuriah KH Ahmad Faris Idrisa. Rombongan juga diikuti KH Taufik Jalil dan Wakil Sekretaris PWNU Jatim HM Taufik Mukti.
Kedatangan rombongan diterima Rais Syuriah PCNU Bawean KH Zubaidi Chumaidi, Ketua PCNU Bawean KH Moh Fauzi Rouf, serta jajaran pengurus PCNU dan MWCNU se-Bawean.
Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Bawean KH Moh Fauzi Rouf mengatakan PCNU Bawean memiliki lima MWC, 56 ranting, serta 17 lembaga dan badan otonom (banom) yang aktif menjalankan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Ia berharap PWNU Jatim dan pemerintah daerah dapat mendukung pengembangan klinik dan BMT agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026