Madura Raya (ANTARA) - Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan, Jawa Timur membuka satu rombongan belajar untuk tahun pelajaran 2026-2027 atau sebanyak 30 orang siswa, berkurang dari tahun pelajaran sebelumnya yang mencapai 50 orang.

"Pengurangan jumlah siswa untuk tahun pelajaran 2026/2027 ini karena terkendala bangunan yang hendak digunakan siswa," kata Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti di Pamekasan, Jumat.

Ia menjelaskan, saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah itu, masih menggunakan bekas Akademi Keperawatan (Akper) dengan gedung yang terbatas.

Sedangkan, pola pendidikan di Sekolah Rakyat dalam bentuk asrama dan semua siswa harus tinggal di asrama tersebut.

"Kalau jumlah siswa yang harus diterima minimal sesuai dengan jumlah angkatan pertama, yakni 50 orang, maka jelas tidak ada tempat," katanya.

Secara terpisah Ketua Tim Kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim mengatakan, potensi siswa sebenarnya sangat banyak, namun, karena fasilitas belum memadai, maka penerimaan siswa berdasarkan jumlah kelas yang tersedia.

"Berdasarkan data sementara yang sudah masuk ke kami tercatat sekitar 9.812 anak yang berpotensi menjadi peserta didik di SRMP Pamekasan," katanya.

Sekolah Rakyat merupakan program unggulan pemerintah pusat dengan tujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi dengan menyediakan akses pendidikan gratis, berkualitas, dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin atau sangat miskin.

Program ini fokus pada pemberdayaan, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan untuk menyiapkan generasi tangguh menyongsong Indonesia Emas 2045.



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026