Madura Raya (ANTARA) - Sebanyak 152.923 warga di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menerima bantuan pangan pemerintah guna mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpendapatan rendah, menangani kerawanan pangan, serta mengentaskan kemiskinan.

"Jumlah penerima bantuan tahun ini lebih banyak dibanding 2025," kata Pimpinan Perum Bulog Cabang Madura Ahmad Rofi di Pamekasan, Jawa Timur, Selasa.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025, bantuan pangan pemerintah untuk Kabupaten Pamekasan yang disalurkan melalui Perum Bulog Madura menyasar 105.109 keluarga penerima manfaat, tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.

"Tahun ini, sebanyak 152.923 KPM. Jadi ada tambahan sebanyak 47.814 penerima manfaat dibanding 2025," katanya.

Rofi menjelaskan, kenaikan jumlah KPM didasarkan data common source Badan Pusat Statistik (BPS) yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Bantuan pangan pemerintah yang memiliki tujuan strategis mencegah kerawanan pangan dan gizi, serta sebagai perlindungan sosial dan stimulus ekonomi ini berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng dengan sistem pencairan setiap dua bulan sekali.

Ia mengatakan hingga kini proses penyaluran bantuan telah mencapai 30 persen dari total 7 ribu ton beras bantuan.

Penyaluran bantuan ini melibatkan tenaga pendamping dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai pemantau, termasuk TNI dan Polri.

Bantuan pangan berupa beras ini menjadi salah satu program pemerintah untuk bantalan ekonomi masyarakat yang berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026