Madura Raya (ANTARA) - Sebanyak 91 dari total 128 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur telah mendaftarkan karyawannya sebagai peserta Badan Penyelengara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-KT) setempat.
"Data kepesertaan pada program jaminan sosial tenaga kerja ini, sesuai dengan hasil pemantauan langsung di lapangan, serta hasil koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan," kata Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif di Pamekasan, Rabu.
Dengan demikian, sambung Arif, masih ada sebanyak 37 SPPG yang belum mengikutsertakan karyawannya sebagai peserta Jamsostek.
"Kami telah meminta agar ke 37 SPPG ini segera mendaftarkan karyawannya, karena kepesertaan jamsostek merupakan keharusan sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja di SPPG tersebut," katanya.
Selain perlindungan keselamatan kerja, prasyarat pokok lain yang juga harus dipenuhi bagi pengelola SPPG tentang pemenuhan aspek legalitas.
Antara lain kepemilikan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), sertifikat halal, hingga kelengkapan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Korwil BGN Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menjelaskan, dari total 128 SPPG di Pamekasan, hingga 5 Mei 2026 tercatat sebanyak 115 SPPG telah mengantongi SLHS, 7 dapur memiliki sertifikat halal, dan 12 dapur telah dilengkapi IPAL.
"Kami bersama Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Pamekasan akan terus mendorong agar pengelola dapar MBG yang belum memenuhi kelengkapan ini segera melengkapi," katanya.
Pewarta: Abd AzizEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026