Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, memperkuat pengawasan lalu lintas penjualan hewan kurban guna memastikan kesehatan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/ tahun 2026.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan Nur Haryani di Magetan, Jumat mengatakan pengawasan lalu lintas hewan kurban dilakukan di sejumlah titik, mulai dari pasar hewan hingga lokasi penampungan ternak milik pedagang.

"Pengawasan lalu lintas hewan kurban dan pemeriksaan dilakukan secara rutin oleh tim kesehatan hewan guna memastikan kelayakan hewan kurban yang akan diperjualbelikan kepada masyarakat," ujar Nur Haryani.

Menurutnya, hal yang perlu yang diantisipasi dari lalu lintas hewan kurban adalah penularan penyakit mulut dan kuku atau PMK yang rawan terjadi. Utamanya adalah mengantisipasi hewan kurban yang berasal dari luar daerah Magetan.

Ia menegaskan semua hewan kurban yang akan dijual wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hal itu yang terus disosialisasikan ke masyarakat, baik pedagang maupun pembeli, guna memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan aman dan layak.

"Kami rutin melakukan pemeriksaan di titik-titik kumpul ternak dan pasar hewan. Petugas kami memiliki tugas ganda dalam pemeriksaan itu, yakni selain vaksinasi PMK, mereka juga melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban," katanya.

Disnakkan juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli hewan kurban, serta memastikan hewan dalam kondisi sehat, aktif, dan memiliki SKKH.

Warga juga disarankan untuk mengutamakan pembelian dari peternak lokal atau lapak yang telah bekerja sama dengan dinas, guna memastikan hewan kurbannya telah diperiksa kesehatan dan kelayakannya.

Haryani menambahkan bahwa saat ini ketersediaan stok sapi untuk kebutuhan kurban di Kabupaten Magetan tetap melimpah dan mencukupi.

Data terakhir per tahun 2025, untuk populasi sapi potong di Magetan sekitar 68.900 ekor. Sedangkan untuk sapi perah sekitar 525 ekor.

"Kebutuhan sapi untuk kurban, Insya Allah masih bisa terpenuhi. Tapi memang sebagian akan didatangkan dari luar daerah oleh para pedagang," katanya.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026