Madiun (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur melakukan pemantauan atau monitor terhadap kelompok pekarangan pangan lestari (P2L) sebagai upaya mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan di wilayah setempat.
"Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan oleh kelompok P2L sangat penting dilakukan guna memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan mewujudkan kemandirian pangan masyarakat," ujar Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti dalam keterangannya di Madiun, Jumat.
Menurutnya, pemantauan atau monitor kelompok P2L dilakukan untuk memastikan keberlanjutan budidaya, pengelolaan rumah bibit, demplot, dan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga. Kegiatan tersebut mencakup evaluasi administrasi, teknis budidaya, pendampingan pemasaran hasil panen, serta motivasi kelompok untuk kemandirian pangan.
Sesuai data, hingga saat ini tercatat telah ada sebanyak 52 kelompok masyarakat pengelola P2L di Kota Madiun. Mereka tersebar di setiap kelurahan.
Dalam pengembangan program P2L, DKPP berperan memberikan pembinaan bagi kelompok serta penyediaan benih dan media tanam. Untuk 2026, kebutuhan benih telah disiapkan dan dialokasikan bagi kelompok P2L yang membutuhkan.
Selain pemantauan, kegiatan tersebut juga sekaligus dilakukan penyerahan bantuan benih sayur kepada kelompok pengelola P2L. Adapun benih sayur yang dibagikan di antaranya cabai, tomat, terong, sawi, hingga kangkung yang dibudi daya dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga.
"Melalui kegiatan tersebut, diharapkan bantuan benih sayur yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlanjutan program P2L serta meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok dan masyarakat sekitar," kata dia.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026