Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo mengintensifkan upaya pencegahan praktik percaloan dalam pengurusan administrasi kendaraan bermotor melalui patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat di sejumlah kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Sidoarjo, Inspektur Satu (Iptu) Polisi Achmad Gusairi, menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga transparansi layanan publik sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat saat mengurus dokumen kendaraan secara mandiri.

"Kami menegaskan bahwa proses administrasi kendaraan bermotor di Samsat telah dirancang sederhana dan transparan dan sudah ada ketentuan biayanya,” ujar Achmad dalam keterangannya di Sidoarjo, Jumat.

Dalam upaya tersebut, menurutnya, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada warga agar tidak tergiur tawaran jasa percaloan yang menjanjikan proses lebih cepat tanpa prosedur resmi.

Achmad menjelaskan, praktik percaloan tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam proses administrasi kendaraan bermotor.

Selain itu, ia mengaku keberadaan calo dinilai dapat mencederai upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem pelayanan publik yang bersih, profesional, dan akuntabel.

Dirinya memastikan bahwa para petugas di lapangan turut mengarahkan masyarakat yang masih belum memahami mekanisme pengurusan agar berkonsultasi langsung dengan petugas resmi di kantor Samsat.

Edukasi tersebut diharapkannya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurus dokumen kendaraan secara mandiri tanpa perantara pihak ketiga yang tidak resmi.

Ia menegaskan Polresta Sidoarjo juga memastikan bahwa seluruh biaya administrasi telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada pungutan di luar prosedur resmi.

“Jika masyarakat masih bingung terkait mekanismenya, silakan langsung berkonsultasi dengan petugas di lokasi. Jangan percaya dengan tawaran calo,” ujarnya.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026