Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur memetakan 26 kawasan dengan luas total 282,48 hektare di wilayah itu, sebagai perumahan dan permukiman kumuh untuk penanganan secara terencana, terarah, terukur, terpadu, dan berkelanjutan.
"Ini adalah wujud komitmen kita untuk mengidentifikasi dan menangani kawasan kumuh secara terencana, terarah, terukur, terpadu, dan berkelanjutan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi (Bappedalitbang) Kabupaten Magetan Eko Muryanto di Magetan, Kamis.
Ia menjelaskan pemetaan kawasan tersebut sebagai instrumen strategis bagi pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas perumahan dan permukiman.
Setelah pemetaan, dia mengharapkan, penanganan terpadu dapat segera dilakukan, meliputi penyusunan dokumen perencanaan teknis berupa Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK) hingga pelaksanaan fisik yang mencakup perbaikan jalan, drainase, pengelolaan sampah, air minum, serta peremajaan hunian layak.
Ia mengatakan pemetaan 26 kawasan perumahan dan permukiman kumuh tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/6/Kept./403.013/2026 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.
Hasil pemetaan, katanya, 26 kawasan tersebut masih pada tingkat kumuh ringan dan sedang.
"Jangan sampai ada kumuh berat di Kabupaten Magetan," ujar dia dalam kegiatan Forum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Sosialisasi SK Bupati Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di daerah setempat.
Dia menyebut pemetaan perhitungan kekumuhan kawasan tersebut berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, hingga proteksi kebakaran.
Ia menyebut 26 kawasan tersebut tersebar di 11 kecamatan, meliputi Kecamatan Barat, Karangrejo, Karas, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, dan Takeran.
Berdasarkan SK tersebut, Kecamatan Lembeyan memiliki kawasan perumahan dan permukiman kumuh terbanyak, disusul Kecamatan Magetan dan Karas.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026