Lingkungan yang lebih bersih dan tertata diharapkan meningkatkan kenyamanan peziarah sekaligus memperkuat fungsi sosial dan religius masyarakat.

Pasuruan (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penataan kawasan kumuh melalui peresmian Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim) di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu, sebagai komitmen meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang layak sehat berkelanjutan.

"Hari ini, kita meresmikan hasil pelaksanaan Program Permata Jatim di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat," kata Khofifah.

Khofifah menegaskan penanganan kawasan kumuh tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan pendekatan komprehensif, terstruktur, dan terpadu melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini," kata Khofifah.

Ia menjelaskan Program Permata Jatim dicetuskan untuk melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang menegaskan bahwa perumahan dan kawasan permukiman kumuh menjadi tanggung jawab bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Jawa Timur menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2024 tentang Penataan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh sebagai landasan hukum penanganan kawasan kumuh yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Khofifah menyebut total luas kawasan kumuh di Jawa Timur mencapai 8.117,23 hektare, dengan luasan di Kabupaten Pasuruan 440,44 hektare. Adapun kawasan kumuh di Kelurahan Bendomungal seluas 11,82 hektare dengan kategori kumuh ringan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan intervensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp9.092.086.310 untuk penanganan kumuh terpadu dan terintegrasi di Bendomungal, meliputi pembangunan jalan paving dan drainase, normalisasi sungai, penataan kawasan makam Habib Abdullah Bin Ali Al Haddad, lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R), lokasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta septictank komunal.

Penataan kawasan tersebut juga diarahkan untuk mendukung potensi lokal Bendomungal sebagai kawasan wisata religi.

Lingkungan yang lebih bersih dan tertata diharapkan meningkatkan kenyamanan peziarah sekaligus memperkuat fungsi sosial dan religius masyarakat.

Selain itu, program ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan, melalui terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi aktivitas usaha.

Khofifah mengajak masyarakat Bendomungal menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai bagian dari keberhasilan penanganan kawasan permukiman.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori menilai penanganan kawasan kumuh merupakan persoalan kompleks yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan sehingga memerlukan kolaborasi serius dan berkelanjutan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan program Permata Jatim yang dinilai mampu mengubah kawasan Bendomungal menjadi lingkungan lebih bersih, tertata, serta berdampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026