Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah mempersiapkan langkah antisipasi terhadap dampak dari kekeringan yang berpotensi terjadi saat musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga sumber daya, seperti personel, peralatan, sarana untuk mendistribusikan air bersih telah dipersiapkan secara matang.
"Untuk antisipasi kekeringan kami sudah mempersiapkan semuanya, sembari terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Kabupaten Malang," kata Sadono.
BPBD Kabupaten Malang menyebutkan sejumlah dusun di beberapa desa memiliki potensi mengalami kekeringan, di antaranya Dusun Krajan dan Dusun Semampir di Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Dusun Bandarangin di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Dusun Sumberkotes Kulon di Desa Segaran dan Dusun Pohkecik di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, serta Dusun Sumbermaron Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare.
Sadono menyampaikan kondisi ketersediaan air di wilayah Malang Raya masih dalam posisi aman berdasarkan monitoring yang telah dilakukan jajaran perangkat di tingkat kecamatan dan desa.
Jika sewaktu-waktu ditemukan adanya wilayah yang terindikasi mulai mengalami kekeringan yang ditunjukkan dengan turunnya ketersediaan air, perangkat di masing-masing desa diminta untuk segera melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Malang yang ditembuskan kepada BPBD, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman Penduduk, dan Cipta Karya (DPKPCK), dan Perumda Tirta.
Ia memastikan setiap laporan kekeringan dari pengapuh kebijakan di tingkat wilayah akan langsung ditindaklanjuti dengan pelaksanaan peninjauan di wilayah terdampak.
"Laporan resmi sebagai dasar pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat, selain dari hasil asesmen dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika," ujar dia.
Bantuan air bersih, katanya, akan didistribusikan seiring dengan penetapan status tanggap darurat bencana kekeringan.
BPBD membagi bencana kekeringan menjadi tiga kategori, yakni kering kritis, kering langkah dan kering langkah terbatas.
Kering kritis peruntukkan bagi wilayah dengan jarak lebih dari tiga kilometer dari sumber air terdekat. Lalu, kering langkah adalah daerah yang memiliki jarak 0,5 kilometer hingga 3 kilometer dari sumber air terdekat dan kering langkah terbatas merupakan wilayah dengan jarak 0,1 kilometer sampai dengan 0,5 kilometer dari sumber air.
Berdasarkan informasi dari BMKG yang tertuang di dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur nomor 300.2.1/995/208.3/2026 tentang Kewaspadaan Menghadapi Musim Kemarau 2026, disebutkan bahwa awal musim diperkirakan berlangsung pada April, Mei, dan Juni 2026. Sedangkan puncak musim kemarau berlangsung pada Juli, Agustus dan September.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026