Malang Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sebanyak 38 rumah warga di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat diterpa angin kencang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan di Malang, Jawa Timur, Rabu, menyampaikan jumlah rumah yang mengalami kerusakan ringan merupakan hasil asesmen petugas di lapangan.
"Kerusakan ringan pada bagian atap, ada 38 rumah warga," kata Sadono.
Puluhan rumah warga di Desa Ngadireso yang mengalami kerusakan ringan itu tersebar di lima wilayah, rinciannya delapan rumah di RT 01/RW 01, satu rumah di RT 05/RW 02, enam rumah di RT 06/RW 02, tiga rumah di RT 07/RW 02, enam rumah di RT 09/RW 02, dan 14 rumah di RT 10/RW 02.
Selain rumah warga, kejadian angin kencang juga menyebabkan kerusakan dengan skala yang sama pada dua fasilitas umum (fasum), yakni satu bangunan sekolah dasar dan musala.
Berdasarkan laporan BPBD setempat, kejadian angin kencang terjadi saat wilayah Poncokusumo sedang diguyur hujan berintensitas deras.
Hujan yang terjadi juga dibarengi terjadinya angin kencang, sehingga memicu kerusakan pada rumah warga beserta dua fasum.
Petugas BPBD saat ini masih melakukan proses pendataan guna mengetahui perkiraan nilai kerugian yang ditimbulkan pascakejadian angin kencang.
Dipastikan dalam peristiwa tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa.
"Kondisi saat ini pembenahan atap sebagian dilakukan secara mandiri oleh warga. Kebutuhan mendesak paket sembako," ujar dia.
Mengacu pada data sebaran daerah bencana dari BPBD Kabupaten Malang, diketahui bahwa Kecamatan Poncokusumo memang masuk ke dalam wilayah rawan terjadinya angin kencang maupun puting beliung.
Selain Poncokusumo, sejumlah kecamatan juga masuk ke dalam kategori rawan angin kencang, seperti Kecamatan Karangploso, Kecamatan Dau, Kecamatan Singosari, Kecamatan Lawang, dan Kecamatan Pakis.
Berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, wilayah Kabupaten Malang jadi salah satu daerah rawan dilanda cuaca ekstrem pada rentang 1-10 Maret 2026.
Adapun jenis cuaca ekstrem yakni hujan dengan intensitas sedang hingga deras, banjir bandang, tamah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es.
BPBD mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara mandiri dalam beberapa hari ke depan.
