Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengatasi peristiwa pohon tumbang di wilayah Ngantang yang menutupi total ruas jalan provinsi penghubung antara wilayah setempat dengan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan di Kabupaten Malang, mengatakan, saat ini tim dari Pos Lapangan (Poslap) Tumpang telah berada di lokasi dan merampungkan prosedur asesmen untuk menentukan langkah penanganan sekaligus membuka akses jalan penghubung antardaerah tersebut.

"Tim Poslap Tumpang sudah bergerak menuju ke lokasi kejadian untuk melaksanakan assessment dan sudah selesai, sekarang sedang melakukan proses penanganan. Jalan provinsi Malang-Kediri tertutup total," kata Sadono.

Selain tim dari BPBD Kabupaten Malang, penanganan pohon tumbang juga melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur, seperti TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, perangkat desa, hingga pihak dari telekomunikasi.

Upaya tim gabungan menangani kejadian tersebut juga dibantu oleh masyarakat setempat.

Sadono menyampaikan pihaknya menerima laporan pohon tumbang di jalur Malang-Kediri pada pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi ketika wilayah Ngantang diguyur cuaca hujan berintensitas sedang hingga tinggi.

Saat kondisi hujan secara tiba-tiba pohon pinus dengan diameter 40 sentimeter dan sepanjang 25 meter roboh dan menutup area jalan.

Peristiwa pohon tumbang itu pun sempat menyebabkan terhambatnya arus lalu lintas di sepanjang jalan provinsi tersebut.

"Kemacetan kendaraan bermotor panjang ya imbas dari pohon tumbang ini karena menutup ruas jalan provinsi," ujarnya.

Sadono memastikan bahwa kejadian tersebut tak sampai menyebabkan jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil masyarakat.

"Nihil untuk itu," tutur dia.

BPBD Kabupaten Malang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai potensi bencana alam, khususnya saat kondisi cuaca sedang hujan deras.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026