Surabaya (ANTARA) - Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan, Jawa Timur, KH Idris Hamid mengharapkan kerukunan menjadi fokus pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dalam Muktamar ke-35 yang direncanakan berlangsung Juli–Agustus 2026.

"Rukun itu jangan hanya formal, tapi juga dari dalam (hati)," kata Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) Dr HM Faqih, mengutip keterangan KH Idris Hamid, Selasa.

Ia menegaskan forum-forum NU sebelum pelaksanaan Muktamar strategis untuk merumuskan mekanisme pemilihan organisasi yang tidak menimbulkan perselisihan dan dapat diterima seluruh pihak.

Menurut dia, PWNU Jatim telah membentuk tim program sebagai bagian dari persiapan menghadapi Muktamar ke-35 NU.

Terkait kemungkinan Jawa Timur menjadi tuan rumah, Faqih menyatakan kesiapan PWNU Jatim apabila mendapat amanah dari forum organisasi.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barikade Gus Dur, Sudarsono Rahman, yang menyambut rencana pelaksanaan Muktamar sebagai tanda kesadaran pentingnya mengakhiri konflik.

“Sebagai warga NU di akar rumput, kami bersyukur Muktamar segera dilaksanakan. Ini menandakan ada kesadaran bahwa konflik yang terlalu lama tidak menguntungkan bagi jam’iyah, jamaah, maupun bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir mengajak jajaran pengurus memperkuat ukhuwah melalui Silaturahim Syawalan dengan mengunjungi para masyayikh atau kiai.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke sejumlah pesantren dan tokoh, serta diakhiri dengan tradisi Telassan Ketoppak (Lebaran Ketupat) dan rapat rutin di Kantor PWNU Jatim pada 31 Maret.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026