Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menyatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan, angka kemiskinan di wilayah setempat menurun dari 8,69 persen pada tahun 2024 menjadi 8,21 persen pada tahun 2025.
Dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Pasuruan, Senin, pihaknya menyebut hal tersebut didorong oleh naiknya pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 0,32 persen menjadi 5,66 persen pada tahun 2025.
"Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mengalami peningkatan 0,91 persen menjadi 73,02, yang turut jadi faktor dalam mengurangi tingkat kemiskinan daerah," kata Rusdi dalam keterangannya di Pasuruan, Senin.
Rusdi menambahkan bahwa umur harapan hidup masyarakat Pasuruan turut mengalami kenaikan 0,2 persen menjadi 74,81 tahun.
Selanjutnya, ia menyebut di sektor pendidikan yaitu rata-rata lama sekolah pada tahun 2025 mengalami peningkatan 0,01 menjadi 7,47 tahun, sementara faktor ketimpangan pendapatan di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2025 mengalami penurunan dan berada di angka 0,309.
Tak selesai sampai di situ, Rusdi juga menyampaikan bahwa seluruh tugas pemerintahan telah terlaksana dengan baik dan seluruhnya tertuang dalam buku LKPJ Tahun Anggaran 2025.
"Sejumlah penghargaan yang diterima Pemkab Pasuruan bukan menjadi tujuan, melainkan menjadi semangat dan motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah untuk berkarya lebih baik guna mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah," katanya.
Ia berharap rekomendasi yang konstruktif dari segenap anggota DPRD untuk tahun 2026 dapat terus meningkatkan kinerja pelayanan menuju Kabupaten Pasuruan yang maju, sejahtera dan berkeadilan.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026