Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo menyatakan investasi perusahaan farmasi produsen cairan infus PT Satoria Pharma mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama dalam peningkatan penyerapan tenaga kerja di daerah.

"Kehadiran pabrik baru Line 4 dari PT Satoria Aneka Industri melalui unit bisnis Satoria Pharma produksi baru ini akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja khususnya bagi warga setempat," kata Rusdi dalam Peresmian Pabrik Line 4 Satoria Pharma di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa.

Rusdi menjelaskan selain berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas produksi juga akan memperbesar rantai pasok industri termasuk kebutuhan bahan baku dan distribusi yang semakin luas.

Dengan demikian, menurutnya, aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri diproyeksikan ikut terdongkrak seiring berkembangnya operasional perusahaan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menyatakan, peresmian fasilitas produksi baru yang dilaksanakan di kawasan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan pun diharapkan turut mampu memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.

“Kami akan selalu mendukung investasi yang ada di Kabupaten Pasuruan selama bermanfaat untuk Kabupaten Pasuruan dan untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan,” ujar Rusdi.

Sementara itu, CEO dan Pendiri PT Satoria Aneka Industri Alim Satria menyatakan dengan diresmikannya pabrik Line 4 Satoria Pharma maka perusahaan ditargetkan dapat memproduksi hingga 230 juta botol infus per tahun.

Tak hanya itu, Alim mengungkapkan pihaknya juga sedang mempersiapkan pembangunan pabrik Line 5 yang akan meningkatkan kapasitas produksi infus hingga mencapai 400 juta botol per tahun dan rencananya akan terealisasi pada 2028 mendatang.

Alim menegaskan perusahaan tersebut siap untuk terus memastikan ketersediaan produk serta meningkatkan kualitas demi mendukung terciptanya kemandirian industri substitusi impor khususnya di sektor farmasi dalam negeri.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026