Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dorong Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mencetak generasi penerus bangsa yang mampu menghafal, dan mengamalkan ajaran Al Quran.
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, dalam wisuda 638 siswa-siswi MI penghafal Al-Quran Juz 30 se-Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, menyatakan banyaknya siswa MI yang merupakan penghafal Al-Quran menunjukkan kepedulian generasi muda saat ini terhadap ilmu agama.
"Ini menunjukkan generasi muda memiliki akhlak yang baik dengan banyaknya siswa-siswi yang sanggup menghafal Al Qur'an," kata Shobih.
Ia berkata, dirinya sangat bangga karena para penghafal Quran yang diwisuda kali ini berasal dari kalangan sekolah umum, bukan dari pendidikan pesantren yang memiliki kurikulum khusus menghafal Quran.
Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tahfidz tidak hanya berkembang di pondok pesantren, tetapi juga dapat diterapkan secara optimal di lingkungan madrasah.
Ke depannya, ia berharap para penghafal Quran tersebut dapat meningkatkan hafalannya hingga berhasil menghafalkan kitab suci umat muslim tersebut secara utuh dari Juz pertama hingga terakhir.
"Selain itu para siswa-siswi yang lulus ini diharapkan tak hanya membaca dan menghafal, melainkan juga dapat mengamalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan, Haryono, menjelaskan bahwa wisuda ini menjadi puncak dari rangkaian ujian yang diikuti oleh 776 siswa-siswi, hasil kerja sama antara Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQH NU) Pasuruan, serta KKMI Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya segenap pihak guna meningkatkan kecintaan para siswa-siswi kepada Islam dan kitab suci Al-Quran.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026